Warisan Artefak Kuno
Kerumunan orang segera mendekat, penuh antusias, ingin berbincang-bincang dengan pemuda kultivator yang telah membuat mereka takjub.
Namun, euforia itu tak bertahan lama. Setelah beberapa saat, kerumunan itu bubar, meninggalkan Rong Guo sendirian di buritan kapal. Rasa sepi tiba-tiba menyeruak, dan ia menyadari bahwa tak ada kamar kosong untuknya berteduh.
Kapal ini sudah penuh, semua kamar telah dibooking oleh penumpang sejak di pelabuhan.
Malam itu, langit cerah dengan bulan sabit yang menggantung di cakrawala, memberikan sinar lembut yang bercampur dengan suara-suara hewan malam dan desiran angin yang dingin.
Sikat na Kabanata