Kembalinya Sang Pangeran
Lampu-lampu minyak menyala temaram, bayang-bayang bergetar pelan di dinding-dinding batu.
Suara langkah terburu Junsu terdengar menembus lorong panjang. Di belakangnya, seorang pelayan membawa baki perak berisi cawan porselen putih. Uap tipis mengepul dari dalamnya, aroma herbal samar menguar bersama ketegangan yang tidak bisa disembunyikan dari wajah sang permaisuri.
Begitu pintu utama dibuka, Kasim Hong Li berdiri di sisi dalam, membungkuk dengan hormat. “Yang Mulia Permaisuri, Yang Mulia Kaisar sudah lebih baik,” ucapnya pelan.
ตอนยอดนิยม