Gadis Penari Sang Presdir
“Siapkan pernikahan untuk besok pagi,” ucap Roy sesaat mobil yang dikemudikan Novan melaju.
“Anda terlihat lelah,” kata Novan, melirik spion tengah.
“Jangan tanya soal apa yang kulakukan di dalam. Harusnya kamu menjawab soal perintahku tadi, Mr. Novan.” Roy merebahkan kepalanya di jok dan memejamkan mata. Perutnya kosong dan tubuhnya sedikit lemas. Dibenaknya sekarang terbayang tatapan Sahara saat dia menindih gadis itu. Matanya persis sama dengan mata kakak laki-lakinya, Thomas Sebastian Spencer.