Suami Adikku Memuja Rahimku
Aroma jahe dan melati naik perlahan, sedikit menenangkan sarafku yang tegang.
"Tumben sekali kamu pakai baju tertutup begitu, Sekar? Di dalam rumah sendiri pun pakai turtleneck?" Rena bertanya dengan nada manis yang mengandung racun. "Apa AC di kamar belakang terlalu dingin? Kalau iya, bilang pada ART, mungkin mereka punya selimut bekas yang bisa kamu pakai."
Aku tersenyum tipis, jenis senyum yang tidak pernah mencapai mata. "Hanya ingin tampil lebih rapi hari ini, Ma. Terima kasih atas perhatiannya."