Di Atas Ranjang Dokter Sonya
tanya Lidya dengan suara terbata-bata.
“Lid, sumpah, ya, ini bukan waktunya kamu menampilkan ekspresi terkejut kaya, begitu, bukan saatnya!” pekik Sonya geram.
“Terus aku harus menampilkan ekspresi kaya bagaimana? Kamu sama Awan? Wow ... Awan yang nggak bisa ngomong huruf F itu kan?” Lidya mencoba menyamakan persepsinya dengan Sonya, kalau Awan yang mereka bicarakan adalah Awan yang sama. Awan penata anestesi yang memiliki senyuman menawan, perawakan dan wajah bule, namun, bila berbicara selalu menggunakan logat sunda dan yang paling parah Awan itu tidak bisa mengucapkan huruf F, selalu P.