Lusia
Eliona yang semula nampak ragu, kemudian mengangguk mantap, “Kalau begitu, saya permisi Nona.... “ Eliona berpamitan pergi menuju dapur bangunan utama. Dan kini, hanya Lusia sendirian.
Tangan mungil dengan jemari yang lentik itu bergerak dengan cekatan memetik kelopak bunga camomile. Lusia sangat serius, matanya tak teralihkan dari bunga – bunga di hadapannya.
“Apa boleh aku membantu?” tanya suara di belakang Lusia.
Lusia yang mendengarnya, menoleh ke belakang, mendapati Leon tengah berdiri dengan senyum merekah.
Senyuman yang sangat sulit untuk di tolak, sial. Batin Lusia. Ia tak bisa menolak orang sebaik Leon. Sepertinya, orang baik selalu mendapatkan kebaikan.
Hot Chapters