Gairah Panas Atasan Mantan
“Berapa kali aku bilang? Mulut kotormu itu nggak pantas nyebut aku Mama! Panggil aku Nyonya! Kau itu bukan siapa-siapa di mataku. Kau ini hanya sampah yang tidak berguna yang harusnya dibuang ke tempat sampah!”
Jantung Nayla berdebar dengan kencang. Ingin sekali rasanya ia menjambak rambut panjang wanita ini. Tapi dia berusaha menahan diri, mencoba berbicara hormat kepada wanita yang melahirkan suaminya. Andai saja waktu pernikahan kontraknya sudah berakhir, mungkin Nayla tidak akan merasa sesakit ini.
“Aku nggak akan pernah panggil Mama dengan sebutan Nyonya,” ucap Nayla, matanya berkaca-kaca. “Aku bukan pembantu di rumah ini.”
Bab Populer