Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ternyata Suamiku Dukun Nakal

Ternyata Suamiku Dukun Nakal

Gadis itu tersenyum sambil merapikan kembali celana panjang kulot yang tadinya sudah terangkat sampai atas. Ibu gadis itu masuk kembali sambil membawa air mineral dalam botol besar. Air itu didoakan Bira, lalu ia bawa ke kolong meja untuk ia tukar dengan air putih biasa yang lagi-lagi sudah ia beri obat pereda nyeri. Ibu dan anak itu tidak begitu memperhatikan apa yang dilakukan Bira di bawah kolong mejanya. Semua pasien akan menganggap pijat di tempat Bira dapat mengurangi sakit dan juga lekas sembuh, padahal ia menggunakan obat dokter tanpa resep yang ia beli bebas di luaran sana untuk membantu lancarnya permainannya selama ini. "Air ini minum saat pagi, siang, dan sore. Jangan lupa lebih
1012.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 353 kali sebagai obat biar ga lemes
Baca
+Pustaka
CEO Jeremy Ditinggalkan oleh Istrinya yang Hamil

CEO Jeremy Ditinggalkan oleh Istrinya yang Hamil

Dia segera berbaring, kepalanya terasa sakit, tubuhnya terasa lemah. Dia bersumpah tidak akan mabuk lagi, tubuhnya benar-benar tidak nyaman. Jeremy membawakannya segelas air dan dua butir obat, dia mendekatkannya ke mulut Thasia. "Thasia, minum obat." Thasia membuka matanya. "Obat apa?" "Obat alergi, setelah meminumnya kamu akan merasa baikan," kata Jeremy dengan pelan. "Patuhi saja, sini minum obat."
9.5201.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.4K kali sebagai obat biar ga lemes
Tampilkan Ulasan (82)
Baca
+Pustaka
Rasmahwati
kisah Tasia dari bab 1 sampai bab 241, seolah-olah melewati kisah panjang dengan kejadian2 yg begitu rumit, tp ternyata hanya beberapa bulan sj, karena sejak kejadian di hotel sampai bab 241 usia kehamilannya ternyata tidak lebih dari 5 bln saja..
cdsu2415
kapan jilid 2 nya Thor? atau jangan² emang endingnya kek gitu. Macam Stephen Spielberg. lagipula jilid 2 juga udah ketebak kan. musuhnya ketangkep semua. happy ending. atau kalo sad ending ya berarti kek gitu dengan pengorbanan masing²
Baca Semua Ulasan
ME AND YOU

ME AND YOU

perintah Leila kepada Bi Ina. "Baik Nyonya," balas Bi ina yang langsung pamit untuk pergi. Miura Diamentri langsung duduk di samping Leila dan matanya menatapi berapa obat-obatan dan salep di atas meja. "Obat siapa itu?" tanya Miura Diamentri dengan mata memincingnya. "Punya aku," balas Leila jujur. "Kau sakit?" tanya Miura Diamentri cemas.
1035.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 862 kali sebagai obat biar ga lemes
Baca
+Pustaka
Misteri Kematian di Kota Hema

Misteri Kematian di Kota Hema

“Buat alis doang kalo segini ... udah, nggak usah. Gue pake lem kertas aja.” “Nice ide bagus, kalo ngga pernah modal, udah ... ngga usah banyak mau, ide lo cemerlang juga," sahut Athur. "Lanjut main PS yok Bim." “Ayo ... biar lebih lengket dan tahan lama. Sekaligus ada aromanya, kan? Jadi lo nggak usah pake parfum.” Athur tertawa mendengarnya. “Paling Mitha anggap lo suka hirup lem.”
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai obat biar ga lemes
Baca
+Pustaka
BAD ANTAGONIST

BAD ANTAGONIST

Memilih merebahkan punggung yang kaku sebelum kembali berkutat dengan obat-obatan. Lampu temaram membuat beberapa dari mereka menyalakan lampu senter di ponsel masing-masing agar dapat dengan jelas mengobati luka tanpa takut salah tempat atau salah obat. Gak lucu jika obat lebam kita kasih balsem, malah tambah panas bukan? "Saestu Gusti kulo pegel, anjir!" eluh Iyok duduk berselonjor kaki dengan sofa sebagai sandaran punggungnya.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai obat biar ga lemes
Baca
+Pustaka
Balasan Telak Untuk Suamiku Dan Istri Keduanya

Balasan Telak Untuk Suamiku Dan Istri Keduanya

"Apa maksudnya obat obatan terlarang, Dok? Kok tubuhnya lebam lebam?" Fatma semakin tidak mengerti dengan apa yang terjadi. "Bukan, Bu, obat obatan biasa." "Obat obatan biasa kok sampai begitu sih?" Fatma pun merasa aneh, dia mencium gelagat tidak beres dengan dokter itu.
10122.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.8K kali sebagai obat biar ga lemes
Baca
+Pustaka
Ampun Tuan, Aku Lemas!

Ampun Tuan, Aku Lemas!

perintah Ares. Desi mengangguk, matanya masih terpejam, tampak berkonsentrasi. "Tuan muda, kenapa kamu pakai energimu sendiri untuk membuka jalan kultivasi Saudari Desi?" tanya Meli dengan heran. Setahunya, ada banyak cara untuk membuka jalur kultivasi. Cara yang paling umum adalah bermeditasi seperti biasa. Namun, jika ingin mempercepat prosesnya, seseorang bisa menggunakan pil kultivasi atau memanfaatkan tanaman spiritual sebagai bantuan.
1025.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 855 kali sebagai obat biar ga lemes
Baca
+Pustaka
Kamu yang Menolakku, Kenapa Kamu Menangis?

Kamu yang Menolakku, Kenapa Kamu Menangis?

Bagaimanapun, Leo berencana untuk membeli beberapa barang. Benda yang akan dilelang oleh Leo adalah Obat Penawar Racun dan Pil Penambah Energi. Semua obat itu diracik sendiri oleh Leo. Leo melelang tiga botol Obat Penawar Racun dan satu botol Pil Penambah Energi. Setelah memasuki ruangan, Leo, lucas dan Tiara duduk di kursi belakang.
9.372.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai obat biar ga lemes
Baca
+Pustaka
Bangun, Suamiku! Mari Bercinta

Bangun, Suamiku! Mari Bercinta

Dokter tersenyum tipis, lalu menambahkan, “Dan satu hal penting, Pak. Kalau nanti obat dari rumah sakit sebelumnya masih ada, jangan dikombinasikan sendiri. Ikuti dulu resep yang saya berikan hari ini. Kalau ragu, silakan hubungi saya atau datang kembali.” “Baik, Dok,” jawab Skala mantap. Dokter berdiri, mengambil map resep. “Saya akan siapkan resepnya sekarang. Silakan tunggu di luar sebentar.” “Dok… kalau saya tiba-tiba merasa lemas, lemasnya banget, bahkan untuk sekedar duduk pun nggak kuat, itu kenapa ya?” tanya Luina. Skala langsung menoleh ke Luina. “Sayang, kamu kayak gitu?”
10.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 430 kali sebagai obat biar ga lemes
Baca
+Pustaka
Curug Kembar Pintu Gerbang Dunia Lain

Curug Kembar Pintu Gerbang Dunia Lain

> “Kowe kuwi durung waras, Le… Badanmu isih anget, nyawamu isih separo neng dunyo kene, separo nang kono…” (Kamu itu belum sembuh, Le… Badanmu masih panas, jiwamu masih setengah di sini, setengah di sana…) Mbah Sari mulai menyiapkan ramuan dari daun kelor, air bunga tujuh rupa, dan minyak kelapa. Tiap pagi, Arga harus mandi kembang dan diminumi jamu pahit yang katanya bisa "nutup aura lelembut".
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai obat biar ga lemes
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status