The Peacemaker
Kalimat Maya terngiang jelas.
"Cinta itu… perasaan yang sama kuatnya, bahkan mungkin lebih. Tapi bukan untuk menghancurkan, melainkan untuk membangun. Bukan untuk membakar, tapi untuk menghangatkan." Ryan menambahkan.
Arga menghela napas panjang, mengusap wajahnya. Ia terbiasa dengan angka, strategi, pola pikir logis. Cinta terasa seperti algoritma yang tak bisa ia pecahkan, sebuah enigma yang lebih rumit dari tujuh penguasa sekalipun. Apakah ia mencintai Maya? Hatinya berdenyut kencang setiap kali nama Maya terlintas, atau saat bayangannya melintas. Sebuah perasaan ingin selalu dekat, ingin melindungi, ingin membuat wanita itu tersenyum. Apakah itu cinta?
Hot Chapters