KELAMBU MERAH JAMBU
***
Tap, tap, tap!
Santai, aku berjalan menuruni tangga sambil mengenakan sweater. Masih sedikit dingin, meskipun demam sudah semakin turun. Nyaris normal, rasanya suhu tubuhku. Thanks to Kenzy yang sudah menyediakan obat penurun panas untukku. Nah ini baru hebat, si batu karang mulai bisa menunjukkan kepedulian. Eh, enggg maksudku, itu hal yang biasa, sih. Ya ampuuun, kami kan, tinggal serumah?
Hot Chapters