Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bos, Kamu Terlalu Panas

Bos, Kamu Terlalu Panas

Ken Anyu menekankan ucapannya. “Ya,” jawab Ariana. Saat melihat tasnya, Ariana tidak mendapati obat di sana, dia ingin bertanya pada Ken Anyu, mungkin obatnya terjatuh. “Ken, apa kamu melihat obatku?” “Obat apa?” “Obat di dalam tasku?” tanyanya sambil terus memeriksa setiap saku tas. “Anti hamil?” tanya Ken Anyu dengan santai.
719.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 551 kali sebagai obat turun panas dewasa
Baca
+Pustaka
Cinta Diam-Diam Sang Bos

Cinta Diam-Diam Sang Bos

Aku menyentuh dahinya, dan suhunya cukup tinggi. "Heru, kamu demam," kataku cemas. "Sedikit, tapi aku sudah minum obat dari dokter." Dia menunjuk ke meja tempat berbagai jenis obat tertata, penurun panas, antihistamin, permen tenggorokan, semprotan hidung, anti inflamasi, pereda nyeri. Semua yang dibutuhkan buat flu atau pilek lengkap di sana. "Pagi tadi kamu kelihatan baik-baik saja," komentarku.
9.840.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 967 kali sebagai obat turun panas dewasa
Baca
+Pustaka
Malam Terlarang Bersama Dokter Pembimbingku

Malam Terlarang Bersama Dokter Pembimbingku

Senyum hangatnya masih terpahat saat dia berinteraksi dengan pasien ciliknya. "Oke, obat batuknya nanti jangan lupa diminum, ya, sayang. Mama kasih yang bentuk sirup biar lebih gampang ditelan. Terus ini ada obat penurun panasnya juga, siapa tahu nanti demam lagi," ujar Dokter Asri dengan nada lembut, membungkuk sedikit pada seorang anak kecil yang duduk di depannya. "Oke, Deni, semoga kamu cepat sembuh, ya. Jangan nakal-nakal lagi biar cepat main."
4.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai obat turun panas dewasa
Baca
+Pustaka
Dua Kakak Tiriku Yang Posesif

Dua Kakak Tiriku Yang Posesif

“Hanya demam akibat kelelahan dan stres yang menumpuk, Nona Nadine.” Nada suaranya datar, namun tidak dingin. “Suhu tubuh Anda sempat mencapai tiga puluh sembilan derajat. Saya sudah menyiapkan resep obat penurun panas dan vitamin. Pastikan Nona makan sedikit sebelum meminumnya,” ucapnya, sebelum keluar dari kamarku. Aku hanya memejamkan mata sesaat, mengumpulkan sisa tenaga untuk sekadar mengangguk.
1019.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 721 kali sebagai obat turun panas dewasa
Baca
+Pustaka
Belenggu Cinta Sang Billionaire

Belenggu Cinta Sang Billionaire

Paling tidak obat penurun panas bisa menjadi pertolongan pertama untuk sang suami. Kini Krystal duduk di tepi ranjang, dia meletakan handuk hangat itu ke kening suaminya. Lalu dia mengelus rahang Kaivan dan berkata, “Kai, kamu demam. Ayo buka matamu sebentar. Minum obat, Kai.” Kaivan mulai mengerjapkan mata beberapa kali. Dia membuka matanya kala mendengar suara istrinya itu. “Krys?” Kaivan menyentuh keningnya ketika merasakan ada handuk panas di keningnya.
1045.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 999 kali sebagai obat turun panas dewasa
Baca
+Pustaka
Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat

Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat

"Minum ini. Ini ramuan penurun panas asli, bukan palsu seperti belerang yang kau minum semalam." Xiao Fan menerima cangkir itu dengan tangan yang masih sedikit gemetar. Ia menyesapnya perlahan, merasakan hangatnya jahe dan manisnya madu mengalir di tenggorokannya. "Terima kasih, Xuan'er."
8.76.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai obat turun panas dewasa
Baca
+Pustaka
Jerat Obsesi Presdir Tampan

Jerat Obsesi Presdir Tampan

“Memerikan obat penurun panas?” “Katakan yang benar Land! Nila tubuhnya bergetar hebat, sepeti mengigil kedinginan, tapi dahinya panas. Aku bingung, apa yang harus kulakukan?” “Ada juga yang dikompres dengan air hangat Pak,” cetus Roland. “Yang benar saja, air kan dahinya sudah panas, masa di kompres air panas, makin panas nanti.” “Tentang memberi obat, stoknya habis. Hujan deras dan angin begini pasti menghalangi jarak pandang jika dipaksa berkendara.”
1012.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 438 kali sebagai obat turun panas dewasa
Baca
+Pustaka
Setelah Aku Kaya, Suamiku Mati Gaya

Setelah Aku Kaya, Suamiku Mati Gaya

tanyanya kelihatan panik. Aku menggigit jari, demam tinggi begini seharusnya sudah diberikan obat penurun panas saat dia masih tersadar. "Jangan bilang Bibi belum berikan Jingga obat penurun panas?" "Belum, tadi Non Jingga nggak mau minum obat," sahutnya. Aku menepuk keningku sendiri. Kemudian berdecak dan memperhatikan Jingga kembali. Sebab sudah aku tempelkan dan usap dengan kayu putih, tapi Jingga tak kunjung membuka matanya.
1085.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai obat turun panas dewasa
Baca
+Pustaka
Permainan Panas: Obsesi Dosen Killer

Permainan Panas: Obsesi Dosen Killer

ajak Candy. Josh yang sedang membongkar kopernya pun menjawab, "Boleh. Apa kamu bisa siapkan air hangatnya, Sayang?" "Bisa, nanti nyusul ya!" sahut Candy. Dia segera mengisi cekungan keramik putih yang dikelilingi batu alam itu dengan air hangat keran. Garam mandi aromaterapi membuat ruangan itu wangi semerbak melati dan teh hijau yang menenangkan. Beberapa tanaman Aglonema yang sengaja ditaruh di dalam kamar mandi membuat pemandangan sejuk di mata.
1073.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai obat turun panas dewasa
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
agneslovely2014
Hai Para Pembaca kisah Josh dan Candy, senang sekali bisa menyelesaikan karya ini di bab 150. Buku ini memenangkan lomba The Series-Skandal di Balik Meja Kampus (Rising Star) di Good Novel. Terima kasih banyak atas dukungan kalian baik gem, komentar, ulasan itu menjadi semangat bagiku terus berkarya
Nama Pena Anar
Izin promo kak🫰🏻 Novel Panas tentang Petarung Jalanan yg menaklukan Nyonya Besar! Judul ... Suami Pengganti: Petarung Jalanan di Ranjang Nyonya Besar Betewe seruuu kak ceritanyaa, aku ngakak ngakak baca si dosen mesum banget awowkwkk...🫰🏻🫰🏻 lopyu selaluu kak Agnes!
Baca Semua Ulasan
Malam yang panas

Malam yang panas

Pagi itu, hujan turun pelan-pelan. Bukan hujan deras yang menakutkan, tapi rintik lembut yang menenangkan. Nadia menyeduh teh hangat di dapur, sementara Reza mengganti popok Aluna yang sedang tertawa-tawa di ranjang kecilnya. "Dia makin pintar," ujar Reza sambil menoleh ke Nadia yang berdiri di ambang pintu, membawa secangkir teh untuknya.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai obat turun panas dewasa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status