PELITNYA SUAMIKU
" ucap Dinda menyinggung Arman.
''Buat apa,buang-buang uang. Justru kita wajib memuliakan Ibu. Karena surga di telapak kaki Ibu.'' kilah Arman
''Memang benar Pak Arman. Tapi ingat, siapa yang urus kebutuhan kita, siapa yang layani kita, siapa yang jaga saat kita sakit. Istri kan ?'' ucap OB tersebut
Arman hanya diam, dia seperti malas mendengar nasehat OB tersebut. Pintu lift terbuka, Arman keluar dengan angkuh, sedangkan mereka bertiga hanya geleng kepala.
''Astagfirullah....!'' ucap OB tersebut sambil melihat punggung Arman yang semakin menjauh.
''Ini ada rezeki buat Istri Mas. Belikan sesuatu yang dia suka. Doa kan saya menang tender ini ya mas." ucap Arumi sambil menyelipkan dua lembar u