Kembalilah Padaku
komentarku dengan sedih.
“Oh, benar juga…” kata Fia, melihatku dengan kasihan. Lagi pula, situasiku memang patut dikasihani.
“Jangan menatapku seperti itu,” kataku padanya.
“Oh, maaf. Aku hanya sedih karena semua hal ini,” ujarnya, mencoba menjelaskan.
“Aku lelah dikasihani oleh semua orang, tahu. Aku lelah dengan semua ini,” kataku, tenggorokanku penuh emosi. “Bisakah kamu melakukan sesuatu untukku, Fia?” tanyaku padanya.
Bab Populer