LOGINKarena kenampakan fisiknya yang nyaris sama, Irish Magnolia diminta berpura-pura menjadi Theana Waverly oleh Nyonya Wina, bos di tempat ia bekerja. Tugasnya adalah membujuk putra Nyonya Wina yang bernama Darren agar mau menerima donor kornea. Namun dalam perannya Irish justru terjebak di tengah cinta segitiga antara Darren dan juga adiknya, Arthur. Karakter Irish yang berbeda dengan Theana juga mengundang kecurigaan Arthur. Mampukah Irish menyelesaikan tugasnya ketika tiba-tiba Theana yang sesungguhnya muncul? Apa yang akan Irish lakukan saat tanpa diduga ia justru mengandung oleh salah satu dari dua milyader tersebut?
View MoreMalam harinya, di ruang kerja pribadinya, Arthur menatap arsip pelayan yang sudah ia simpan sejak beberapa hari lalu. Tangannya berhenti pada nama.IVORY (12 Oktober 2000) (Jalan Nusa Elok No. 21)Pemilik rumah : Ratna Soedharsono (Perawat senior)Kini Arthur mendalami identitas dan informasi tambahan tentang wanita paruh baya bernama Ratna itu. Melalui informan suruhannya, data dengan mudah masuk."Bu Ratna tidak mempunyai anak kandung hingga suaminya meninggal. Dia mengadopsi anak perempuan sejak setahun lalu, Tuan," terang anak buahnya dari seberang sana. 'Tahuh 2000? Sama dengan tahun kelahiran Irish. Cara tertawa, tersentak, bahkan bersedih—semuanya, terlalu mirip,' batin Arthur. Ia letakkan buku arsip itu dan berjalan ke arah jendela dengan tirai yang tersibak angin.“Siapa kau sebenarnya, Ivory?”**Keesokan harinya. Langit sore di kota mulai kelabu ketika Arthur tiba di apartemennya. Bukan mansion keluarga Cornell yang mewah dan sibuk itu, tapi apartemen dengan perabotan sim
Siang itu, matahari tergantung redup di langit. Seolah ikut menyimpan rahasia, sembunyi di balik awan yang menggumpal pekat. Hawa lembap menyusupi sela-sela jendela tua ketika Ivory melangkah ke dalam kamar Thea.Ia mendapat tugas dari kepala pelayan untuk membersihkan ruangan itu, menggantikan pelayan pribadi Thea yang sedang izin. Kesempatan langka seperti ini jelas tak akan ia sia-siakan. Bukan karena Ivory suka mengusik privasi seseorang, tapi karena dalam hatinya, ia tahu: monster tak pernah menaruh kebenaran di ruang tamu. Mereka menyembunyikannya—di balik laci, di balik senyum.Dengan gerakan hati-hati, Ivory menutup pintu perlahan dan menguncinya dari dalam. Hening. Napasnya berbaur dengan aroma parfum mahal yang menyengat dan wewangian bunga palsu. Ia mulai bekerja, atau berpura-pura bekerja. Tangannya mengusap permukaan meja rias, tapi matanya menyapu seisi ruangan seperti pemburu kelaparan.Laci-laci rias. Koleksi lipstik. Botol-botol parfum dari Prancis. Lingerie mahal dal
Langit pagi itu seperti turut berkabung. Awan kelabu menggantung rendah, menumpahkan gerimis tipis yang tak kunjung reda. Hening menyelimuti mansion, seolah waktu pun enggan bergerak.Ivory memperhatikan Arthur dari jauh. Pria itu mengenakan jas hitam pekat dan kemeja putih tanpa motif. Rapi. Formal. Tapi ada sesuatu dalam sorot matanya yang membuat Ivory tak sanggup menatap terlalu lama—semacam kehilangan yang tak selesai.Di tangannya tergenggam buket bunga peony putih dan baby's breath, dibalut kain renda kelabu pucat.Tidak ada yang tahu ia akan pergi hari itu. Bahkan Darren pun tak diberitahu. Ia hanya menyelipkan pesan singkat ke asistennya, 'Hari ini aku cuti. Jangan hubungi.'Area makam Irish terletak di dataran tinggi, tersembunyi di balik perkebunan teh yang nyaris tak terjamah. Arthur berdiri diam di depan sebuah batu nisan marmer krem.Irish Magnolia2000-2023Belahan jiwaku, bahkan setelah dunia memisahkan kita.Tangannya gemetar saat meletakkan buket di depan nisan. Udar
Keesokan harinya Ivory telah kembali pada kegiatan dapur. Ia membuat sup merah atas pesanan Arthur. Salah satu pelayan membantunya menabur kacang polong berwarna cerah dan hanya tinggal menunggu hingga sup matang.Ivory mengira paginya akan tenang. Sayangnya Thea tiba-tiba memasuki dapur sembari memanggil namanya lantang. "Ivory!!""Nona Thea, apa ada yang Anda inginkan?" Kepala pelayan yang kebetulan berada di dapur menyambutnya."Di mana Ivory? Kenapa kau menerima bawahan bodoh sepertinya? Huh?!"Merasa namanya dipanggil, Ivory segera maju menampakkan diri. Ia menghadapi Thea dengan senyum sopan khas pelayan lainnya."Ada apa Nona mencari saya?""Tidak perlu bersikap manis. Kau yang membuat jus melon untukku? Lihat, apa ini?!" Thea mengangkat gelas panjang yang isinya tersisa setengah. Terdapat seekor serangga yang mengambang. Mati."Saya yakin telah memastikan semuanya bersih," Ivory menjawab tanpa takut."Kau! Ini buktinya! Bagaimana jika aku keracunan?! Kau mau bertanggungjawab?"
Mulut Irish terbuka lalu tertutup. Namun suaranya tak kunjung keluar. Ia tak menemukan alasan untuk menjawab hardikan putra kedua dari Nyonya Wina itu."Dengar, Thea, berhenti memberi pengaruh buruk pada kakakku! Tidak cukup bagimu telah membuatnya buta? Kau belum puas?"Irish terhenyak. Entah ia h
Keheningan segera tercipta seusai Darren berbicara. Bahkan tiga pelayan di ruangan tersebut saling lirik dalam diam. Pria itu masih menunggu dengan pandangan lurus ke depan."Sekali-kali aku ingin mencoba udang, Darren. Tenang saja, aku sudah minum pil anti alergi," alih Irish dan Nyonya Wina menga
Keesokkan harinya. Irish duduk di salah satu sudut bistro yang nyaman, mencoba menenangkan pikirannya. Aroma kopi dan suara percakapan di sekitar tak mampu mengalihkan kegelisahannya. Di depannya, Nyonya Wina duduk dengan postur anggun, menyeruput teh dari cangkir porselen. “Terima kasih sudah me
Arthur mencari keberadaan Irish setelah menutup panggilan. Wanita cantik itu tidak terlihat padahal beberapa saat lalu masih ada kenampakannya bersama gadis kecil. "Ke mana dia?" Arthur yang petang itu mengenakan cardigan hijau tua dan celana khaki mulai berjalan. Sementara itu Irish tak menyang












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.