Aku masih ingat betapa emosionalnya ending 'Given' yang kubaca tahun lalu. Cerita tentang Mafuyu dan Uenoyama yang berawal dari musik, lalu berkembang jadi sesuatu yang lebih dalam. Endingnya tidak klise, justru menggambarkan bagaimana hubungan mereka tumbuh dengan natural meski ada konflik internal. Ketika Uenoyama akhirnya menerima perasaannya di atas panggung, itu benar-benar moment yang powerful.
Di sisi lain, 'Hatsukoi Monster' punya pendekatan berbeda. Karakter utama yang awalnya terlihat dingin ternyata punya sisi lembut, dan endingnya menunjukkan bagaimana mereka belajar menerima diri sendiri sebelum bisa mencintai orang lain. Yang kusuka dari cerita semacam ini adalah kedalaman karakternya yang tidak hitam putih, membuat ending terasa lebih memuaskan.