Aduh, Pelan-Pelan, Bos
Aku ingin mendengarnya sekali lagi.
"Oh, aku lupa tadi bilang apa." Karin meneguk ludah. Mata biru itu terasa bisa menembus hati. "Sa-Sayang, bisa lepaskan aku dulu?"
"Kalau aku tidak mau, kamu mau apa?"
"Aku salah, aku tidak akan mengulanginya lagi." Karin langsung diam saat Dewa sudah menyentuh bibirnya. Karin memejamkan mata, kedua tangannya melingkar di leher Dewa, memperdalam kecupan bibir. Bibir turun ke bawah menyentuh leher jenjang Karin. Tubuh seketika menjadi panas. Satu suara gairah lolos begitu saja. Karin diangkat, ia duduk dipangkuan Dewa dengan bibir yang kembali membelit.