Pernah ngerasain deh, habis baca buku atau nonton film terus dapat suntikan semangat tentang karma baik. Salah satu yang bikin aku mikir panjang adalah 'The Alchemist' karya Paulo Coelho. Ceritanya tentang Santiago, seorang gembala yang ngikutin mimpinya nyari harta karun. Sepanjang perjalanan, dia ketemu banyak orang baik yang bantu dia, dari pedagang kristal sampai Fatima, cintanya. Yang bikin keren, Santiago sendiri juga selalu berusaha jadi pribadi yang positif, dan alam semesta kayak balas budi dengan ngasih dia pertemuan-pertemuan berarti. Nggak cuma itu, pesannya subtle banget: ketika kita fokus ngejalanin hal baik, energi itu bakal nular ke sekitar.
Di dunia film, ada 'Pay It Forward' yang bener-bener ngena. Trevor, bocah 11 tahun, punya ide sederhana: bantu tiga orang dengan cara besar, terus minta mereka 'membayarnya' dengan membantu tiga orang lain lagi. Awalnya ide ini keliatan naif, tapi lama-lama efek domino kebaikannya nyata banget. Adegan dimana Trevor akhirnya nemuin bahwa aksinya menginspirasi rantai kebaikan nasional itu bikin merinding. Film ini ngingetin bahwa kebaikan sekecil apapun bisa jadi benih perubahan besar.
Kalau mau yang lebih fantasi, 'The Lord of the Rings' itu contoh sempurna persahabatan dan kebaikan yang saling terkait. Frodo nggak bakal bisa sampe Gunung Doom tanpa Sam, Gandalf, atau bahkan Gollum sekalipun. Tolkien nulisnya dengan filosofi bahwa yang berhati murni akan selalu nemukan sekutu, sementara kejahatan justru merusak dirinya sendiri. Scene dimana Sam ngangkat Frodo sambil bilang 'I can't carry your burden, but I can carry you' itu mah masterpiece tentang bagaimana orang baik saling mengangkat.
Yang menarik, konsep ini nggak cuma ada di cerita barat. Anime 'Natsume Yuujinchou' juga explore tema serupa dengan indah. Natsume yang bisa liat youkai selalu berusaha membantu mereka dengan tulus, dan balikannya dia dapet keluarga dan teman-teman (baik manusia maupun roh) yang selalu ada buat dia. Episod-episodnya sering bikin mewek karena menunjukkan bagaimana empati bisa ngebangun hubungan abadi.
Terakhir, buku lokal 'Laskar Pelangi' juga punya vibe serupa. Meski hidup susah, persahabatan 10 anak Belitung itu dibangun di atas ketulusan dan saling percaya. Andrea Hirata nggak cuma bikin kita terharu sama lika-liku mereka, tapi juga kasih lihat bagaimana Ikal akhirnya nemukan jalan hidupnya berkat orang-orang baik yang ditemui sepanjang perjalanan. Kayaknya ada magic tersendiri waktu baca atau tonton cerita begitu - bikin yakin bahwa universe memang punya cara unik menyambungkan jiwa-jiwa yang sefrekuensi.