JERAT CINTA RENTENIR MUDA
Nada bicaranya datar, tapi sorot matanya tegas.
Belinda yang duduk di sebelah Bahtiar langsung menunduk. Wajahnya memerah, matanya berkilat antara gugup dan bahagia.
Ardan yang duduk di seberang meja segera mengangguk mantap. “Kami juga maunya begitu, Om. Nikah di KUA, undang tetangga dan teman dekat, lalu makan-makan sederhana. Tidak perlu pesta mewah. Yang penting sah di mata agama dan negara.”