KEBANGKITAN PUTERA JAYANTARA
Kekacauan di Bumi Nusantara semakin parah.
Di sebuah gubuk kecil yang sederhana, terletak jauh di pedalaman yang jarang dikunjungi orang, sepasang suami istri tua bernama Kiyo dan Sari sedang memandangi bayi yang mereka temukan. Mereka adalah petani sederhana yang hidup menyendiri, tidak tahu apa-apa tentang intrik istana atau perang saudara. Ketika mereka membuka bungkusan itu, mereka terkejut melihat bayi lelaki yang sehat dan tenang, dengan kulit yang halus dan wajah yang tampan.
“Kasihan sekali dia,” gumam Sari sambil mengusap kepala bayi itu lembut. “Ditinggal sendirian di tempat yang berbahaya.”