Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tiongkun Tan Choa Hok

Tiongkun Tan Choa Hok

“Jendral. Wah, jendral malam-malam? Liem Hoon, sini lu, ada tamu istimewa!” Dia memekik ke arah belakang. Seorang wanita muda keluar dari balik tirai. Mukanya cantik yang sederhana khas kecantikan wanita desa. Hanya saja matanya—matanya sayu. Sayu kayak Yo Lan. Mirip. Gak sama persis, tapi cukup buat bikin Choa Hok berhenti bernapas sebentar. Wanita itu tersenyum. Senyum ramah—senyum kerja, bukan senyum tulus.
326 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8 kali sebagai orang tua lee min ho
Baca
+Pustaka
Kesempatan Kedua Seorang Ibu

Kesempatan Kedua Seorang Ibu

Wulan menunjuk ke pria yang sedang berjalan ke arah mereka. "Kamu yakin?" tanya Ratna yang belum percaya. Wulan memutar bola matanya malas. "Lihat di sini! Aku bakal minta foto," ujarnya sambil melangkah mendekat ke pria berambut coklat itu. "Annyeonghaseyo, saya Wulan Suryani, CEO dari mall ini. Bolehkah saya meminta foto? Anda Lee Min Ho, kan?" sapa Wulan dalam bahasa Korea yang fasih.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai orang tua lee min ho
Baca
+Pustaka
Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan

Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan

sindir pria itu sambil tertawa sinis. “Kamu adalah wanita yang telah lama aku incar, tidak mungkin aku salah menculik orang. Pria tua bernama Lee dan putranya Ryan Lee, apakah kamu mengingat mereka?” suara pria itu semakin tajam dan menakutkan. “Ya, aku mengenal mereka. Tuan Lee meninggal karena sakit dan Ryan Lee meninggal karena kebodohannya sendiri karena dia tidak mau menyerah pada polisi.”
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai orang tua lee min ho
Baca
+Pustaka
Perjanjian Yang Tak Terlupakan

Perjanjian Yang Tak Terlupakan

Yoon Jeong Hoon menjawabnya santai, tapi ada raut kekecewaan yang mendalam di wajahnya. "Kawan lama siapa ayah?" tanya Eun Ji. "Dia, istri mendiang Tuan Lee Han. Lee Aara, yang dulu tinggal tidak jauh dari sini." Jeong Hoon menjawabnya dengan menoleh pada sang istri. Ernest ikut tertarik dengan topik itu, "Pindah ke mana ayah? bukannya Nyonya Lee hanya memiliki satu orang putra saja, kenapa harus pindah dari sana?"
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai orang tua lee min ho
Baca
+Pustaka
Kaisar Dewa Ling S2

Kaisar Dewa Ling S2

Dengan mata terbuka dan tatapan lembut, Ling Tian berkata, "Terima kasih karena telah merawatku selama 40 hari ini, kakek. Aku pasti akan membalas semua jasa kakek dengan baik!" "Aiih.. Kau tidak perlu terlalu sopan seperti itu kepada iblis bau tanah sepertiku, anak muda! Oiya, perkenalkan namaku Mo Lee Min atau orang-orang biasanya memanggilku dengan sebutan Kakek Mo Lee. Jika boleh tahu siapa namamu? Lalu mengapa kau dapat mengalami luka yang begitu parah?" Iblis tua yang ternyata bernama Mo Lee Min itu berkata untuk bertanya dengan senyuman sangat ramah.
9.112.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 485 kali sebagai orang tua lee min ho
Baca
+Pustaka
Hasrat Liar Tuan Muda

Hasrat Liar Tuan Muda

Thomas pun meraih ponsel dari tangan Van dan membandingkan wajah anak kecil yang ada di foto bersama wajah Jayden. Dan ternyata memang penglihatan dari Van tidak salah. “Bagaimana bisa Jayden berfoto denganmu saat kau masih muda Tuan?,” tanya Thomas yang terkejut melihat hal tersebut. “Siapa tadi?, Jayden?,” tanya Van pada Thomas. “Ya, anak ini bernama Jayden, dia anak tunggal dari seorang ibu tunggal yang bekerja di perusahaan milik Tuan Muda,” ungkap Thomas pada Van.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai orang tua lee min ho
Baca
+Pustaka
Meminang Bu Dosen

Meminang Bu Dosen

“Galaksi Mahendra, Pak.” “Suka-suka saya mau manggil apa.” “Gak bisa gitu, Pak. Orang tua saya penuh perjuangan mendapat nama itu.” Gala dan Fahmi kembali berdebat. Tanpa mereka sadari Tita sudah berjalan jauh meninggalkan dua laki-laki berbeda profesi tersebut. “Tuh, kan, Bu Tita udah pergi lagi. Kamu ini gak bisa lihat bapak senang,” tukas Fahmi dengan wajah kecewa.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai orang tua lee min ho
Baca
+Pustaka
Cinta Berbalut Dendam

Cinta Berbalut Dendam

Mahyadin hanya jawab singkat-singkat saja, saat Ho Lee, sang kepala cabang bermata sipit ini tanya apa pekerjaannya. “Saya hanya dapat warisan…bukan pengusaha!” jawab Mahyadin singkat. Ho Lee langsung terbelalak keheranan. “Waahhh hebat bapak ini, masih 22 tahun, udah dapat warisan luar biasa…maaf kalau boleh tau, orang tua bapak kerja apa…berapa warisan yang bapak dapat?” Hoo Lee yang aslinya agak ngondek ini mulai kepo.
1012.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 291 kali sebagai orang tua lee min ho
Baca
+Pustaka
KEBANGKITAN SANG PEWARIS

KEBANGKITAN SANG PEWARIS

“Paham, tuan!” Jeremy Lee – pria yang telah memberikan perintah untuk melakukan penculikan terhadap David Lim itu datang ke Hong Kong bersama seorang pria dan wanita separuh baya. Meski usia dua orang tersebut tampaknya sudah mencapai kepala lima, tapi aura mereka terasa bergitu berbeda. Bukan aura seorang pebisnis ataupun pemimpin perusahaan, lebih kepada aura yang mematikan. “Paman–bibi, silahkan duduk! Selamat datang kembali di kota penuh kenangan. Apakah kalian juga merindukan desa Jiaju? Hehehehe ….” Jeremy tertawa kecil.
9.937.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai orang tua lee min ho
Baca
+Pustaka
I Know It's Not Easy

I Know It's Not Easy

ucap Naveah santai. " Ada acara apa memang di sana?" tanya Lee Kwon. "Putra pak Park dari HF Company berulang tahun" jawab Naveah singkat. "Kamu tidak sendirian kan di sana?" tanya Lee Kwon. "Aku berangkat sendiri, lagi pula aku sudah biasa sendiri" Naveah tersenyum pada Lee Kwon. "Pesan dua tiket kalau begitu" perintah Lee Kwon.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai orang tua lee min ho
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status