Aku Bukan Orang Ketiga
Dan benar saja, esoknya pria OB itu datang lagi, kali ini dengan muka memelas agar aku mengambilnya, serentak dengan itu ponselku berbunyi.
[Itu bukan dari Abang Don, tapi dari mama]
Aku membaca pesan yang dikirim Reza, akhirnya aku mengalah jika sudah membawa nama mama mertuaku, ku ambil paperbag dari tangan pria OB itu, membukanya di meja kantin bersama Loli.
Isinya ada nasi, sup daging kesukaanku, tempe bacem dan beberapa potong rebusan wortel dan sayuran.