Dekapan Hangat Sang Mantan
Tapi kemudian, mungkin karena dia melihat kelelahan yang terukir di wajah Devan, atau karena dia mendengar nada suara pria itu yang begitu sabar dan telaten, sesuatu dalam dirinya bergerak.
Perlahan, seperti mesin yang berkarat, Ghea membuka mulutnya. Devan memasukkan sup itu dengan hati-hati, memastikan tidak ada yang tumpah ke dagunya. Kuah hangat mengalir di tenggorokannya, menghangatkan perutnya yang kosong. Rasanya hambar di lidahnya, tapi Ghea menelannya.