Selubung Memori
[“Karena aku tahu kau terbangun. Aku senang kau menanam ini di halaman belakangmu. Bunga ini ajaib—kau tahu? Dulu aku juga menanamnya di kamar, saat ini menjadi salah satu ruangan di Balai Dewan—aku tidak keberatan kau ke sana, masih ada banyak peninggalanku—tapi, yah, kembali ke topik, aku dulu juga menanam bunga ini di pot. Dia tidak bisa tumbuh. Dia tidak bisa mekar seperti ini bahkan di bawah sinar rembulan. Jadi, kupikir bunga ini memang perlu perlakuan khusus. Aku mencoba berbagai banyak campuran—tanah, air, pupuk—hingga aku menemukan satu formula. Terlepas jenis pupuk atau air yang kau gunakan, bunga ini hanya bisa tumbuh dengan tanah air terjun.”
Kupikirkan aku juga menemukan bunga i
Sikat na Kabanata