Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menjemput Senja di Langit Palu

Menjemput Senja di Langit Palu

Gerakan mendadak itu menyenggol tas selempang hitam yang menggantung di bahunya hingga terlepas. Bruk. Tas itu jatuh menghantam lantai, menganga dan menumpahkan isinya. Sebuah pin berbentuk bunga tulip menggelinding pelan, berdenting halus sebelum akhirnya berhenti tepat di dekat ujung sepatu Clara. Clara membungkuk mengambilnya. Tatapannya terpaku. Beberapa detik kemudian matanya membelalak.
101.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 41 Beses bilang teh bunga sepatu
Read
+Library
Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!

Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!

“Aku akan mengundangmu untuk pesta kebun kami saat bunga-bunganya mekar.” Seorang perempuan muda mendekat. "Di mana kau membeli sepatumu, Yang Mulia? Sepertinya tidak terlalu nyaman. Aku akan mengirimkan pembuat sepatu terbaik di kerajaan kalau kau mau." Alize berpaling untuk memberinya senyum ramah. Seorang nyonya bangsawan―oh, bukan. Nona bangsawan tepatnya. Lady Flora Vexley.
106.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 211 Beses bilang teh bunga sepatu
Read
+Library
Bukan Bunga Bakung

Bukan Bunga Bakung

ucap Maryamah kembali membuka pembicaraan. “Wuih, betul mba. Di kita biasa dikenal dengan Bakung kan mba ya? Itu bunga kesayangan kedua orang tuaku mba,” Diandra mencoba mengkonfirmasi bunga Lili yang disebutkan Maryamah sebagai bunga Bakung. “Iya Di. Bunga cantik ini di Jakarta biasa dikenal sebagai bunga Bakung. Selain itu, varian bunga ini juga banyak betul dan hampir semuanya cantik-cantik,” tambah Maryamah menjelaskan.
992 viewsOn holdIdinagdag sa Library 21 Beses bilang teh bunga sepatu
Read
+Library
60 Hari Pernikahan Kontrak dengan Pewaris

60 Hari Pernikahan Kontrak dengan Pewaris

“Apa nama bunga itu?” Pertanyaan sederhana dan spontan yang keluar dari mulut Alice menggelitik perasaan Theodor. “Rose Julliet, bunga ini hanya tumbuh di Sri Langka dan mekar setahun sekali di waktu malam, satu potnya kau bisa menukarnya dengan salah satu mobil di kediaman keluarga Borsman.” Alice mengatupkan bibirnya seketika, takjub sekaligus tidak mengerti mengapa bunga bisa semahal itu, ataukah memang menjual bunga akan mendapatkan banyak keuntungan? Alice cukup pandai dalam mengurus kebun.
9.8296.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 7.1K Beses bilang teh bunga sepatu
Ipakita ang mga Review (46)
Read
+Library
Stalviana Suthida Vendra Vendriana
Membaca untuk yg kedua kalinya. jujur saja belum bisa move one dari second male lead yang dikemas terlalu sempurna hingga membuat galau harus pilih siapa. perkembangan karakter perempuan yang tidak tahu apa-apa dan mengalami trauma berat, berjalan tidak berlebihan dan realistis.
Es merah delima
Pertama kali baca novel di goodnovel, mata ampe bengkak nangis ga stop2 dr awal bab. Biasanya sy baca ada adegan mesum2 18+ tp cerita ini serius, karakter cewenya lemah penuh trauma & bs bangkit. Karakter co utama menyebalkan&loser tp kena karma. Siap2in tissue yg banyak
Basahin ang Lahat ng Review
Bunga yang Terinjak

Bunga yang Terinjak

Aku menemani Marissa dan meletakkan karangan bunga di sebuah batu nisan yang berukir nama Rangga. Ada beberapa hal yang tidak bisa diselesaikan dengan kematian, dan beberapa hal yang tidak bisa dilupakan begitu saja. Tapi, aku menatap Marissa dengan lembut. "Aku hanya berharap putriku aman dan bahagia."
6.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 236 Beses bilang teh bunga sepatu
Read
+Library
Pacarku Ganteng, tapi Konyol

Pacarku Ganteng, tapi Konyol

Kianna menatap datar setangkai kembang sepatu berwarna merah jambu yang disodorkan seorang cowok seangkatannya, tapi dari jurusan IPS. Cowok itu masih menunggu Kianna menerimanya. Kianna diam dan masih memperhatikan cowok yang tidak diketahui namanya, yang memiliki paras cukup manis. "Itu kembang sepatu dari halaman depan kantor Kepala Sekolah?" Kianna menunjuk kembang yang masih dipegang cowok asing itu. Cowok itu mengangguk. "Kalo mau bunga mawar merah hasil impor yang dijual di toko bunga, tunggu elo mau jadi pacar gue."
1027.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 855 Beses bilang teh bunga sepatu
Read
+Library
Jadi CEO Setelah Diceraikan

Jadi CEO Setelah Diceraikan

Warna pinknya sangat menggoda untuk di sentuh dan dicium baunya. Senyumnya merekah tatkala hembusan angin melepaskan salah satu bunga tabebuya dari tangkainya. Terbang melayang menuju Septi. Namun, karena Septi kesulitan untuk menangkap. Bunga itu jatuh ke atas paving.
1025.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 956 Beses bilang teh bunga sepatu
Read
+Library
Kesempatan Kedua untuk Cinta

Kesempatan Kedua untuk Cinta

kata Oma Ina. Sepia menghela napas, ia hendak kembali tetapi kerumunan orang mempersulit langkahnya. Terpaksa ia harus mengikuti. Padahal ia tidak berminat, lebih tepatnya tidak percaya dengan mitos yang menerima bunga akan segera menyusul. Tanpa disadari, ternyata bunga telah dilemparkan dan tanpa diduga ternyata bunga meluncur cepat ke arah Sepia. Mau tidak mau ia harus menangkap bunga itu, sebelum menghantam wajahnya. Singkatnya bunga itu Sepia yang dapatkan. “Ah, kenapa aku jadi sial begini.” Gerutu Sepia.
104.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 113 Beses bilang teh bunga sepatu
Read
+Library
Menikah dengan Tetangga Jutek

Menikah dengan Tetangga Jutek

Sayangnya, tidak ada pesan apa-apa di ponselku. Lalu, Mas Gilang membeli buket bunga untuk siapa? Apa mungkin diberikan padaku besok pagi? Semoga besok aku mendapatkan jawabannya. ***ETW*** “Sekar! Ada diskonan sepatu di toko ini. Kamu bukannya pengen banget beli sepatu ini?” tanya Renita menunjukkan sebuah brosur sepatu flat shoes yang sudah kuincar sejak lama. Sayangnya karena harganya hampir satu juta, aku selalu urung membelinya. Sepertinya akan ada ganti model baru, makanya toko itu memberikan diskon 50%.
10166.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 4.2K Beses bilang teh bunga sepatu
Read
+Library
Menikahi CEO Dingin

Menikahi CEO Dingin

Suara hak sepatu yang dikenakan Bunga berdetak nyaring setiap kali beradu lantai, sejalan dengan detak jantungnya. “Pelankan suaranya, suara sepatumu,” ujar Alvaro. Sekali lagi Bunga meringis. ‘Apa harus kubuka sepatu ini dan aku jinjing? Atau aku pukulkan saja ke kepalamu?’ Alvaro mengajak Bunga menaiki lift. Hanya dia dan Bunga saja yang ada di dalam lift itu. Dari dinding lift, Alvaro bisa melihat pantulan wajah Bunga. Gadis itu benar-benar tampak ketakutan.
106.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 194 Beses bilang teh bunga sepatu
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status