Hati yang Terbagi
Menjelang siang begini jalan sedikit macet.
"Mas, bisa sedikit cepetan, ga? Nyari jalan lain gitu?"
Entah kenapa perasaanku tidak enak.
"Tak bisa sayang, ini jalannya full banget, mau pindah jalur juga susah, kita terjebak di tengah,"
Aku terpaksa mengikuti gerak mobil yang seperti siput. Jam sudah menunjukkan angka dua belas. Kami baru sampai di butik terkenal langganan Mama.