Panggil Aku Daddy
MAYA
Aku duduk di baris depan kursi-kursi taman yang cantik, tangan terlipat erat di pangkuan. Bunga-bunga harum semerbak di sekelilingku dan matahari bersinar terang menerangi segalanya, seolah ingin menjadikan hari ini sempurna. Ibu tampak begitu cantik dalam gaun putihnya saat berdiri di bawah lengkungan taman besar yang dipenuhi daun hijau dan mawar putih. Senyumnya begitu lebar hingga matanya berkaca-kaca karena air mata bahagia. Daniel berdiri di sampingnya, tampak tinggi dan tegar dalam setelan hitamnya yang rapi. Suaranya dalam dan mantap saat mengucapkan janji-janjinya untuk mencintai ibu dan menjaga keluarga kami selamanya. Saat itu aku baru tujuh belas tahun, dan hatiku terasa kac