Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

Yang disebut adu puisi adalah dua orang akan membuat puisi dengan tema yang sama, lalu mereka akan membandingkan mana yang lebih unggul. Nazar melantunkan, "Hujan turun, bala awan bentangkan perang, panglima bunga dan rumput saling menyerang. Pasukan bantuan dipanggil tergesa-gesa, bibir dan lidah beradu, memercikkan cahaya asmara."
9.61.2M viewsOngoingAdded to Library 25.4K Times as pantun buat ayang
Show Reviews (92)
Read
+Library
Adelia
Sebelumnya maaf mengotori tempat komentarnya kak, aku ijin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Untuk judul ceritanya Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasih
Mrs.B
Maaf thor, izin promosiin novel teman ya. judulnya "DI ANTARA SUAMIKU DAN SAHABATNYA: RAHASIA DI BALIK KEHAMILANKU." Premis: Seorang istri yang terjebak di antara suami dan sahabat suaminya harus menyimpan rahasia kehamilan yang bisa menghancurkan pernikahan sekaligus persahabatan mereka.
Read All Reviews
Paman Untuk Ibuku

Paman Untuk Ibuku

“Bu Alisha mau bikin apa?” “Ini?” Tunjuknya ke arah adonan itu. Jemarinya bergerak lihai membolak balik adonan itu. “Mau bikin kue tapi versi kue Jepang. Sandra, kamu cukup lihat aja. Nanti kalau udah jadi, kamu bisa coba, enak apa enggak. Kalau enak, saya maunya kue ini di pajang di etalase.” “Kue Indonesia tapi versi Jepang?” Ucap Sandra memastikan.
1.1K viewsOngoingAdded to Library 31 Times as pantun buat ayang
Read
+Library
Paman Angkatku itu Ayah Anakku

Paman Angkatku itu Ayah Anakku

Namun siapa sangka saat Alex sudah pergi wanita itu justru sibuk dengan ponselnya sendiri. “Sayang bantu ibu mau ke toilet.” Wanita paruh baya itu berkali-kali memanggil Angel karena memang yang ada di ruangan itu hanya dirinya dan sang menantu. “Apa? Bantu ibu ke toilet? Jalan saja sendiri atau panggil suster. Ibu kira aku ini pembantu Ibu huh? Dengar ya Bu, aku baik sama Ibu hanya di depan Alex. Aku hanya mencintai anakmu bukan keluarganya. Ibu ku sendiri saja tak pernah ku-urus, jadi jangan manja.”
9.831.9K viewsCompletedAdded to Library 638 Times as pantun buat ayang
Read
+Library
Sang Penari Pujaan Hati

Sang Penari Pujaan Hati

puji Laksmi. "Cucu Eyang yang ini juga ganteng banget," sahut Riyan dari ambang pintu. "Ayo cepet berangkat. Jam enam sudah mulai pawainya, kan?" "Ayo, tapi ambil gambar kita dulu, Mas," kata Laksmi. "Eyang kayak anak muda saja." "Buat kenang-kenangan, Mas. Kalau Lita sudah balik Banyuwangi, belum tentu sebulan sekali akan ke sini." Raut wajah Laksmi berubah sedih.
104.7K viewsCompletedAdded to Library 183 Times as pantun buat ayang
Read
+Library
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

Puisi dan Musik untuk Kampanye Selain video dan foto, Sinta meminta beberapa pemuda untuk menuliskan puisi tentang Lambusango. Sari, seorang pemudi yang dikenal pandai merangkai kata, menciptakan puisi indah yang menggambarkan hubungan antara manusia dan alam. Ia membacakannya di depan Sinta dan Jun: "Di antara dedaunan hijau dan burung bernyanyi, Hutan ini adalah rumah, jiwa, dan hati.
3.3K viewsOngoingAdded to Library 86 Times as pantun buat ayang
Read
+Library
Menikahi Gadis Desa

Menikahi Gadis Desa

sahut Sarah sembari membalas pelukan Angel. Angel melepaskan pelukannya dari Tantenya, lalu menatap wajah Sarah dengan pandangan sulit diartikan. Sarah yang ditatap seperti itu pun mengangkat kedua alisnya bingung. “Angel kenapa sayang?” tanya Sarah lembut. “Tadi di kelas, Ibu guru bilang kalau kita harus bikin puisi buat Mama.” jawab Angel dengan nada sedih. “Angel sudah buat? Tante boleh lihat nggak puisi buatan Angel?” tanya Sarah.
8.95.6K viewsOngoingAdded to Library 150 Times as pantun buat ayang
Read
+Library
Pengantin Dadakan

Pengantin Dadakan

Pamanku yang satu ini mahir membuat pantun. “Bulan puasa memakan kurma. Satu butir untuk berdua. Yang menunggu lama-lama. akhirnya bersanding penuh bahagia.” “Eaaak,” sahut Can di depan paman kami berdua. “Langit membentang warnanya biru. Datang hujan menimpa batu. Selamat menempuh hidup baru. Semoga bahagia sepanjang waktu.” Aku tersenyum mendengar pantun pamanku.
1018.3K viewsCompletedAdded to Library 732 Times as pantun buat ayang
Read
+Library
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status