Suamiku Jadul
Terserah kau lah, Tet, capek mamak,"
"Aku juga mau nyanyi pantun, Mak," kata Butet lagi.
"Cobalah,"
"Pagi-pagi masak sarapan, sarapan bubur dan lepat, kenapa lah aku dapat Omelan, ternyata mamak lagi dapat,"
Spontan tanganku menampar punggung Butet, tak kusangka dia bisa buat lagu pantun seperti itu, ya, Allah, dia nguping semua pembicaraan kami. Butet malah tertawa-tawa.
Capítulos em Alta