Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan
Dari balik kacamata hitam, ia membelalakkan mata lebar-lebar, memancarkan kebingungan dan ketakutan absolut seorang penduduk desa yang bodoh.
"H-hantu?" gumam Arka dengan suara parau bergetar. Ia menoleh kanan-kiri dengan panik. "Hantu naon, Tuan Bos? Jurig? Aduh, ampun Tuan... di dieu mah siang bolong kieu tara aya jurig. Paling ge kunti di tangkal caringin palih ditu, tapi da mun siang mah... tara kaluar..."
Arka meracau dalam bahasa Sunda campur Indonesia yang berantakan, kakinya gemetar hingga lutut beradu. Ia mundur selangkah, tampak seperti orang udik yang sedang diganggu majikannya.