PENDEKAR TAPAK DEWA
Sementara La Rangga Jo yang namanya disebut, hanya mampu menutup wajahnya dengan kedua tapak tangannya, menyembunyikan tawanya.
“Wah, itu sih makan ubi kayu dengan berlaukkan tape,” celetuk La Pabise pula sembari menirukan gaya orang banci. Derai tawa pun makin panjang.
Setelah derai berhenti, La Mudu kembali melanjutkan ucapan kepada Ama Pancala, Jika Ama Pancala siap, Ama Ncawa bisa melamar salah satu dari puluhan bidadari cantik itu.“ Lalu menoleh ke samping, “Bagaimana Amancawa semua?”