SANG PENANTANG WURAKE
Sontak aku mengernyit dalam, dan balik bertanya, "Iya Mbek, sudah, tadi malam. Tapi ngomong-ngomong Mbak tahu dari mana?"
Dia yang bernama lengkap Yulianti Miba, dan biasa kusapa Mbak Yuni ini justru senyum-senyum sendiri.
"Sudah kuduga!" katanya setelah itu. "Kamu tidak mungkin jauh-jauh pergi nyari kacang tanah di pasar sana, kalau bukan untuk Zarima."
"Tapi yang kau cari tadi itu salah, Bary. Yang bikin lancar ASI itu kacang tanah rebus yang masih ada kulitnya. Tunggu-tunggu, tunggu sebentar, ada yang titip rindu untukmu!"