MARRIED TAPI AVAILABLE
Di bawah posisinya, dimana hanya ada tiang jemuran dan sebuah pohon mangga berukuran lumayan besar.
“Selamat pagi tante cantiiiik.”
Mulanya pandangan Shirley terhalang lebatnya dedaunan dari pohon mangga. Ia menggeser badan sebelum melihat siapa yang pagi itu menanyainya. Dan di sanalah ia menemukannya. Seorang pemuda yang mungkin masih mahasiswa, tampan, berkumis tipis, berambut ikal, tegap. Ia katakan tegap karena di pagi menjelang siang dimana udara mulai panas, pemuda itu topless seolah memamerkan ke-sixpack-annya yang memang layak dikagumi.