Suami Paruh Waktu
“Aku menginginkanmu untuk tetap berada di sisiku pada waktu – waktu tertentu. Terutama di depan ayah dan ibuku. Ah, tidak. Terutama jika aku sedang berada di luar rumah. aku ingin kamu secara khusus menjaga dan melindungiku, dan sebagai imbalannya aku akan membayarmu sesuai kesepakatan kita. Karena pekerjaanku tidak akan full 24 jam, maka kamu juga bisa menemanikan separuh waktu saja. jadi aku bisa menyebutnya suami paruh waktu. Apa kau menyetujuinya?”
Renata menggigit bibir bagian bawahnya karena ragu. Terlepas jawaban Darren setuju atau tidak, tetap saja perasaan Renata yakin bahwa Darren akan menyetujuinya terlebih jika memang bayaran yang Renata tawarkan bukanlah sebuah nominal yang terb