Sentuhan Panas Suami Dingin
"Kamu mode cemburu lucu banget. Asli! Segitunya, Ra. Padahal kan bisa jadi Asta pacarnya Pak Kae."
"Eh, mulutmu, Jarjit!" peringat Zira menyolot, menatap galak ke arah Gani. Tentu, keduanya masih berbisik-bisik, "ya kali Pak Kae mau sama yang sering gantung di dahan pohon. Oh halo, mending aku nggak sih? Jelas-jelas keturunan Dewi, titisan putri Dugong terakhir. Mommy aku itu dulunya putri Dugong dan aku-- aku bangga menjadi titisan terakhir putri Dugong. Cih, yang ngegantung di dahan pohon jelas-jelas kalah dengan titisan putri Dugong terakhir."
"Ptffff …." Gani menutup mulut dengan tangan, tak tahan lagi untuk tak tertawa. Namun, tawa yang ia tahan tersebut langsung lenyap ketika sadar …-