Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Alverez

Alverez

suara Arga serak, nyaris tak terdengar. Bara tersenyum tipis, namun senyuman itu bukanlah senyuman ramah. Itu adalah senyuman seorang pria yang tahu lebih banyak daripada yang ia tunjukkan. "Aku Bara Valentino. Aku tahu siapa dirimu. Aku tahu apa yang terjadi padamu."
1.1K viewsOngoingAdded to Library 32 Times as paulo
Read
+Library
Tuan Arrogan

Tuan Arrogan

Nicko merasa kepalanya berdengak setelah minum red wine tadi. “Sayang, sudah malam, tunggu sebentar aku pamit dulu sama tuan Jack. Kamu tunggu di sini!” perintah Nicko. Noury mengangguk. Disaat bersamaan Gisela pun pamit untuk buang air kecil ke belakang meninggakan Mysel dan Andre. “Hay, namamu Mysel?” tanya Andre.
8.74.9K viewsOngoingAdded to Library 184 Times as paulo
Read
+Library
Aranjo

Aranjo

Seorang pria bertubuh mungil keluar dengan nampan berisi cangkir dan poci teh. "Kenalkan ini Goro! Pelayanku yang membantu mengelola toko," ujar Griffin memperkenalkan pria itu. "Salam hormat, Nona!" Goro menyapa Aranjo dan memberi hormat. Aranjo menatap lama ke arah Goro. Goro adalah siluman elang. Siluman muda dengan ilmu sihir tingkat rendah. "Benar! Goro adalah siluman elang. Kamu akan takjub jika tahu betapa banyak siluman yang hidup membaur dengan manusia," ujar Griffin dan meneguk teh miliknya.
9.8261.7K viewsCompletedAdded to Library 6.0K Times as paulo
Show Reviews (64)
Read
+Library
Tahar Kusnadi
Suka alurnya ceritanya, ga bertele2, pertama Baca kirain bakalan bosenin, ternyata malah bikin penasaran pengen baca lanjut dan lanjut,, Genre Fantasi-romance emang kereeen.. Terimakasih sudah memberikan bacaan yg menghibur, ......
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
MAWAR

MAWAR

Mawar mengulurkan mangkuk itu pada Jonathan. Jonathan mengambil mangkuk itu dengan segan, tidak kuasa jika harus menolak. "Terimakasih, nona," "Sama-sama, Jo." balas Mawar. Mawar mengambil satu mangkuk lagi untuk di berikan nya."Dan ini untukmu Pak. Nama bapak siapa?" "Nama saya Galuh, nona." Jawab si supir. Mawar mengangguk sebagai respon."Ini untuk pak Galuh. Ternyata Kevin tadi sudah membelikannya untuk kita."
106.0K viewsOngoingAdded to Library 197 Times as paulo
Read
+Library
Handa

Handa

tanya Handa pada Damar sepupunya. "Sudah," jawab Damar sambil membuat es teh. "Niat banget, pagi-pagi beli Bakso Gelora, seperti orang ngidam." Gunawan menatap tajam putra keduanya yang kini sudah duduh di hadapannya. Pakdhe Handa itu mencicip satu sendok kuah bakso di depannya. Bicara rasa, tak heran jika banyak yang begitu menyukai Bakso Gelora, selain bakso jumbo, bakso urat dengan potongan babat, iso dan tulang muda, kuah segar yang begitu kental terasa kaldu sapinya, sungguh nikmat dan menggugah selera.
1034.5K viewsCompletedAdded to Library 759 Times as paulo
Read
+Library
PUDAR

PUDAR

Dia keluar setengah mengendap untuk menghindari pertemuan dengan Tika dan Mario yang ada di unit sebelah. Memilih minimarket terdekat yang tak banyak pengunjung membuat Kevin cukup senang. Setelah menyodorkan selembar satu dollar Singapura yang ada dalam saku, Kevin memilih duduk di counter minimarket untuk menikmati secup mie instan yang telah ia seduh. Kartu kredit milik Dito Pramono yang diberikan padanya ia bawah namun malah ia tindih dengan ponselnya. Entah mengapa Kevin masih enggan menggunakannya meski hanya untuk membeli makanan instan dan air mineral.
470 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as paulo
Read
+Library
Reuni

Reuni

Glen sekali lagi mencium kening Mahira dan tidak lupa mencium kening putra kecilnya itu dengan penuh kasih sayang. "Papa kerja dulu ya sayang..cari uang untuk beli mobil-mobilan sama robot-robotan ya untuk Glen.. beli yang banyak... bye..papa berangkat dulu ya...i love you..." Dimas pun melangkah pergi diantar oleh Aris, salah satu karyawan nya di kantor. Sore yang indah, udara yang cerah dengan semilir angin membuat perpisahan mereka yang sejenak kali ini terasa syahdu.
2.9K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as paulo
Read
+Library
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Menggugah selera. "Mbak, maaf. Haruan cacapan limau kuit tolong diganti jadi menu lain!" sela lelaki berseragam loreng itu. Mataku membeliak, menatap lelaki yang selalu bertindak sesuka hati itu. Sebelum aku membuka mulut, Mas Brian kembali berujar. "Dev, kamu punya asam lambung. Jangan makan yang asem dan juga pedas! Mas gak mau kamu jatuh sakit dan harus di opname lagi!"
103.1K viewsOngoingAdded to Library 120 Times as paulo
Read
+Library
Criana

Criana

jawabku sambil menyeka air mata. “Oia, aku Faisal Pranata. Panggil saja aku Fai. Nama kamu siapa?” “Namaku Criana,” jawabku. “Nama yang unique,” puji lelaki yang ternyata bernama Faisal itu. Aku tersenyum simpul mendengar pujiannya. Sekilas, aku perhatikan wajahnya. Dia sepertinya sangat cocok menjadi seorang Model atau bahkan seorang aktor. Tubuhnya tinggi tegap, kulitnya putih bersih. Hidung mancungnya berpadu serasi dengan bibirnya yang merah.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 130 Times as paulo
Read
+Library
SPERANZA

SPERANZA

Speranza melempar wanita itu, lalu ia berjongkok dan dengan santainya menancapkan pisaunya pada paha wanita tersebut. Wanita itu menjerit dan memohon untuk dilepaskan. Speranza menantap pisau yang masih menancap pada paha wanita itu. Dia mencabutnya dan kembali menancapkannya pada sisi paha lainnya. Speranza berdecak. "Paha mu sangat lembek!" ejeknya. Speranza berdiri dan berjalan menuju wajah wanita tersebut. "Tolong ... Lepaskan ... Aku ...."
102.7K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as paulo
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status