Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Balada Cinta ShaBar

Balada Cinta ShaBar

Kutekan tombol untuk mengeluarkan payung yang tersimpan di dalam pintu. Hujan deras beserta angin langsung menghantamku begitu berdiri di luar. Payung yang kupegang meliuk-liuk diterjang angin. Kubanting payung dengan kesal, benda tak berguna. Kuterjang angin kencang, wajah pucat Zara yang terbujur kaku menghantui setiap langkah. Aku tak mau hal yang sama terulang lagi. Setidaknya, aku harus ada di sana, andai itu harus terjadi.
1015.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 319 kali sebagai payung kepala
Baca
+Pustaka
Istri Perawan Disangka Janda

Istri Perawan Disangka Janda

Terasa lembaran uang tebal terlipat di genggaman telapak tangan. 🍒 “Nggak punya payung?” tanya shanumi setelah duduk aman di mobil. Daehan sedang mengelap wajah dengan tisu basah. “Pernah ada, sih. Payung di mana, Gung?!” Daehan justru berseru pada Agung yang duduk di depan. Mulai melajukan kendaraan di bawah guyur hujan. “Lah, kok nanya lagi… saya kan lupa, Mas. Tadi mau beli dulu, katanya nggak perlu.” Agung menyahut santai di depan.
10438.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12.3K kali sebagai payung kepala
Baca
+Pustaka
Superhero, Inc. (Bahasa Indonesia)

Superhero, Inc. (Bahasa Indonesia)

Four mendorong musim panas ke depan untuk menjadi jalan Kazam. Aku bangkit dari jatuhku. Miss Cloudy melemparkan payungnya, aku menerimanya. “Pakailah untuk menyerang Kazam dari udara,” ucap Miss Cloudy. Aku buru-buru membuka payung, lalu terbang ke belakang. Satu tanganku memegang gagang payung, tanganku yang lain mengeluarkan tanaman rambat untuk mencambuk Kazam. Aku mencambukinya dengan gerakan cepat. Sampai Kazam tidak bisa melawan. Kazam pun minta ampun.
1012.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 422 kali sebagai payung kepala
Baca
+Pustaka
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Puisi Jawa! Pengamen yang menari-nari itu kian berputar kencang, seiring dengan iringan gamelan yang kian ndadi, seperti reog ponorogo. Tiba-tiba saja, seperti gasingan yang baru saja disentakkan dari talinya, orang itu berputar hebat. Lalu jatuh terduduk, lemas. “Wah, apa tidak pusing orang itu!” gumam seseorang. Tampaknya tidak. Sebab tak lama kemudian si penari itu telah berdiri lagi. Matanya nanar memandang seputar sambil mulutnya komat-kamit.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai payung kepala
Baca
+Pustaka
Seseorang Yang Pernah Aku Kenal

Seseorang Yang Pernah Aku Kenal

tanya pria jangkung itu. “Oh ya. Nanti aku kembalikan ya,” “Jangan. Simpan untukmu saja. Siapa tahu kalau hujan bisa melindungi kamu,” “Hey, aku punya payung. Lihat ini! Aku sekarang selalu membawa payung,” kata wanita berambut kecokelatan itu sambil menunjukkan payung yang sedang digenggamnya. “Suatu kemajuan yang bagus,” “Ditambah lagi Adrian bilang nanti jas almamatermu bisa rusak,”
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai payung kepala
Baca
+Pustaka
Penyesalan Terbesar Hendra Setelah Kematian Sisca

Penyesalan Terbesar Hendra Setelah Kematian Sisca

"Ambilkan payung, biar aku pergi lihat." ... Sebuah payung besar berwarna kuning menghalang hujan di atas kepala Hendra. Pendeta kuil menundukkan kepala untuk menatapnya. "Anak muda, ada apa berlutut di tengah hujan?" "Aku ada satu permintaan." Pakaian anak muda ini tampak mewah. Sekujur tubuhnya memancarkan aura seorang atasan, sangat mulia dan berbeda dari orang biasa.
9.3281.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.6K kali sebagai payung kepala
Tampilkan Ulasan (103)
Baca
+Pustaka
Rich 77
hai pembaca setia, yuk baca novel berkisah seorang dewa perang yang mendapati istri yang sangat dia cintai berselingkuh dengan pria lain di hari ulang tahun ke tiga pernikahan mereka. simak kisahnya di novel "Sang Menantu Terkuat"
Indri Priyani
Aq dah selesai baca pe bab terakhir 761 semoga update nya lg dak lama y thor. Semangat nggeh nulisnya sehat² sll. Overall bagus,notenya sering salah nulis nama dan ada beberapa chat yg bikin ambigu...
Baca Semua Ulasan
Gairah Janda Perawan Sang Mafia

Gairah Janda Perawan Sang Mafia

King memberi peringatan pada wanita di depannya seraya menggerakkan payung hitam yang diambilnya dari dalam tempat kusus meletakkan payung. "Baik tuan Lion. Tapi saya heran, mana ada diatas dunia ini-" Aisyah menggantung kalimatnya, ketika melihat mata King semakin melotot. "Apa?" tanya King tidak sabar. "Memang ada ya nama orang, Lion. Setau saya Lion tu binatang buas-" Tuk Payung hitam itu mendarat di kepala Aisyah, dan Aisyah mengaduh sambil mengusap kepalanya.
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai payung kepala
Baca
+Pustaka
Istri Nakal Mas Petani

Istri Nakal Mas Petani

Matanya berkeliling ke tiap sudut garasi untuk mencari payung yang dibutuhkannya. “Saya ada payung, Bu … tapi payung kecil. Sebenarnya ini punya cucu saya yang ketinggalan di rumah. Saya taruh di bawah jok biar enggak kelupaan kalau main ke rumahnya.” Pak Asman mengeluarkan sebuah payung berwarna merah jambu yang bagian atasnya terdapat telinga kelinci. Sully tertawa kecil saat merentangkan payung anak-anak itu. “Lucu banget ini. Kayanya saya harus minta belikan sama Mas Wira,” ujar Sully.
10820.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17.2K kali sebagai payung kepala
Tampilkan Ulasan (334)
Baca
+Pustaka
evvimn
entah berapa ratus ribu rupiah yang saya habiskan untuk membeli koin untuk membaca buku ini... Tapi semua itu worthed, bukunya bagus banget... saya bisa nangis, tertawa, senyum senyum sendiri ketika membaca buku ini....
Maxime & Reina 🩵
Aku baca bulan september 2024. Gak sengaja baca ternyata se keren itu, semenyentuh itu, sosok wira dan sulis bner bner luar biasa. Makasih kak atas karya nya.. Semoga ngga hilang kalo mau baca lagi.. 🩵🩵............
Baca Semua Ulasan
Penakluk Cinta Sang Dosen

Penakluk Cinta Sang Dosen

kata Indra berbasa-basi sedikit. Bu Syasmala menggeleng. “Kamu sendiri tidak membawa payung?” Pucuk dicinta ulam pun tiba desis Indra dalam hati. “Saya juga tidak membawa payung Bu.” kilah Indra yang jelas-jelas membawa payung yang terlipat rapi di dalam tasnya. “Mohon maaf Bu Syasmala, apa Ibu sudah tahu kalau saya adalah salah satu mahasiswa bimbingan Ibu?”
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai payung kepala
Baca
+Pustaka
GATAKA : Kesengsaraan Berujung Kematian

GATAKA : Kesengsaraan Berujung Kematian

ucap Varafanu, matanya mengikuti kepergian Cakra. Kiran ikut melirik ke arah jendela, wajahnya tampak sedikit khawatir. “Kalian punya payung?” Aswin meraih payung merah muda di bawah meja, lalu menyodorkannya pada Kiran. “Ini, pakai saja,” ujarnya sambil tersenyum tipis. Kiran menatap payung itu sejenak, sudut bibirnya terangkat. “Warnanya... cukup unik,” katanya.
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai payung kepala
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status