Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
One Sided Love (Kisah Cinta Raina)

One Sided Love (Kisah Cinta Raina)

cerita Raina. Tiba-tiba, hujan mulai turun sedikit demi sedikit, yang lama kelamaan menjadi lebih deras, Raina dengan sigap mengeluarkan payung dari tas yang dia bawa. "Sini, aku yang pegang" pinta Radit, tubuh Radit memang lebih tinggi dari Raina, dia mengambil payung dari tangan Raina dan menarik tubuh Raina agar lebih mendekat agar tidak terkena air hujan.
108.9K viewsOngoingAdded to Library 330 Times as payung kepala
Read
+Library
Gaun Pengantin

Gaun Pengantin

Pria cabul itu terlihat jelas tahu dengan Elafy Entertainment Company tapi dia tidak percaya jika orang ini adalah direktur Elafy Entertainment Company. "Cabul, aku benaran direktur Elafy Entertainment Company." Andrew tidak berdaya, apakah orang-orang ini tidak menonton televisi? "Pukul, brengsek, tidak ada uang tapi berlagak jadi pahlawan." Suara pria cabul terdengar dingin dan anak buahnya langsung menyerbu ke arah Andrew dan John. "Aku kasih, aku kasih." Pada saat ini, Yaya mengeluarkan uang sebanyak 20 juta dari dalam tasnya.
1012.8K viewsCompletedAdded to Library 281 Times as payung kepala
Read
+Library
PENDEKAR TERAKHIR TANAH JAWA

PENDEKAR TERAKHIR TANAH JAWA

suara kepalan tangan Kyai Rangga membentur kepala Agni membuat Agni menjerit kesakitan. Agni jatuh ke tanah dengan kepala membentur tanah terlebih dahulu dan terseret sejauh beberapa meter. Kyai Rangga hendak melumpuhkan Agni dengan serangan pamungkas. Tetapi muncul angin keras yang menggagalkannya. Angin itu membuat Kyai Rangga terseret beberapa meter. Kyai Rangga segera dapat mengusai diri dan membentangkan tangannya untuk menghalau angin itu. Ternyata angin itu berasal dari seorang yang datang dari arah pantai. Orang itu juga berpakaian putih-putih sama seperti Bayu, Lindhu, dan Agni.
1011.6K viewsCompletedAdded to Library 382 Times as payung kepala
Read
+Library
Sang Penggoda Bayaran

Sang Penggoda Bayaran

"Lo kalau dehidrasi bukan butuh air minum. Tapi segepok uang biasanya." "Itu sih kalau dompet gue yang dehidrasi. Ini kerongkongan gue yang butuh pertolongan. Buruan Ji, keburu pingsan gue." "Ck! Lebay lo. Ubun-ubun lo kepanasan malah makin pinter drama," sembari menggerutu. Jihan tetap mengayunkan langkah menuju dapur untuk mengambilkan minum. Tak lama, gadis itu kembali membawa segelas air dingin.
101.8K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as payung kepala
Read
+Library
Bos Mencuri Ciuman dari Istrinya yang Hamil Setelah Bercerai

Bos Mencuri Ciuman dari Istrinya yang Hamil Setelah Bercerai

Hujan semakin lebat. Zenith membawa payung, menatap Kayshila dengan sikap yang tinggi. Kayshila basah kuyup, tersenyum padanya. "Zenith." Hanya dengan satu pandangan, Zenith kehilangan kendali. Dia berlari ke depannya dalam tiga langkah, memberikan payung ke tangannya, "Pegang ini!" "Oh..." Kayshila lamban menggenggam payung.
9.6755.0K viewsCompletedAdded to Library 19.6K Times as payung kepala
Show Reviews (128)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Dewi Purnamasari
bagus banget, meskipun cerita nya agar d putar putar kan. tapi mendalami kisah rumit antara kaysilla sama zenith bikin terharu, cuma pas menjelang ending jadi kayak kurang seru . tapi semangat ya para pembaca, happy ending kok meskipun kita selalu ketar ketir dan ikut putus asa...
Read All Reviews
OBSESI BARA

OBSESI BARA

"Anak kecil enggak boleh main hujan-hujanan ... kata Umi, nanti bisa sakit." Payung yang menutup wajah itu terangkat hingga menampilkan wajahnya. Bara mengerjapkan matanya, mengusap wajah akibat air yang menimpa padanya. "Kau siapa?" "Pakai ini," ucap seseorang itu sembari menyodorkan sebuah payung. Bara menggeleng. "Tidak, terima kasih." Bara mendorong payung itu kembali, matanya fokus menatap wajah seseorang itu yang ternyata seorang gadis kecilkecil bertubuh gemuk.
1027.1K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as payung kepala
Read
+Library
Batu Akik Penakluk Wanita

Batu Akik Penakluk Wanita

teriak Pak Tejo. “Siap, Pak!” Tanpa banyak bicara, Bayu memanggul karung, mengangkat keranjang, lalu mondar-mandir mengantar barang ke tiap lapak dari penjual lainnya juga. Sampai semuanya siap jualan. Beberapa saat kemudian, Pak Tejo menyodorkan uang yang sudah digulung. “Nah, ini upahmu.” “Wah … makasih Pak!” Bayu meraihnya. Matanya berbinar lalu membuka gulungan uang yang ternyata bernilai tiga puluh ribu rupiah.
1049.6K viewsCompletedAdded to Library 991 Times as payung kepala
Read
+Library
Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran

Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran

Seorang pelayan membawa payung kertas minyak. Puspa menyerahkannya. "Permaisuri, lebih baik Anda menggunakan payung. Anda sedang mengandung, tidak boleh masuk angin." "Sebentar saja nggak akan masuk angin." Puspa memegang payung kertas minyak sambil mengikuti Anggi di sisi kiri. Dia akhirnya tidak jadi memakai payung itu, sebaliknya malah melemparkannya pada pelayan muda di samping, lalu berkata, "Hamba pegangi Anda saja, Permaisuri."
9.7965.9K viewsCompletedAdded to Library 32.8K Times as payung kepala
Show Reviews (93)
Read
+Library
Anisa Syaiful
Eps 200 kebawah tuh seru banget, penyelesaian masalah cepat dan ga berbelit2. Tapi makin kesini cerita makin hancur, perihal anak aja lama banget selesainya, blm lagi masalah selir2 ini .. pliss deh fokus ke anggi dan luis aja ... makin lama cerita makin membosankan, udh semingguan aku skip baca
irmayyunita20
Kalau aku di posisi Luis bakal cemburu banget sih. Bayangin aja ketika suami pergi kerja, istri malah berduaan menghabiskan waktu sama pria lain. padahal aku cewek lo, entah dianggap kakak/adik namanya beda darah ya tetep orang lain. Meskipun kasian banget sama Aska, kenapa Anggi ga mikirin Luis sih
Read All Reviews
PERNIKAHAN DADAKAN DENGAN MANTAN

PERNIKAHAN DADAKAN DENGAN MANTAN

Ketika sampai di hadapan Karuna, ia mengulurkan sesuatu. Sebuah payung. Karuna menatap benda itu beberapa detik sebelum akhirnya mendongak. “Pak…?” “Pakai saja.” Karuna spontan menggeleng kecil, mengibaskan tangannya. “Nggak perlu, Pak…” “Tapi perlu payung buat sampai ke halte, ‘kan?” sahut Pratama, “Pakai,” ujarnya. Kalimat itu sederhana, namun cukup jelas untuk tidak dibantah lagi.
9.85.9K viewsOngoingAdded to Library 212 Times as payung kepala
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status