PELUKAN BERDARAH
“Kamu ini… giliran Tiara, kamu marahi terus karena nggak mau menyiapkan sarapan buat kamu! Tapi giliran perempuan itu, kamu malah tanya ‘kenapa’?!”
“Sudah, sudah… kenapa malah bertengkar?” sela Nayla buru-buru. Wajahnya langsung berubah—dari dingin menjadi sosok perempuan manis dan anggun.
“Maafin aku, Ma. Tadi aku sedikit nggak enak badan. Aku lagi… menstruasi, jadi agak lemas. Tapi aku mau masak kok, sekarang,” sambungnya, dengan wajah yang dibuat lemas.
Capítulos em Alta