PEMBALASAN DEWA MAUT
Napasnya teratur, paru-parunya tidak merasa lelah sedikit pun, sebuah sisa dari kekuatan dewa yang masih bersemayam dalam tubuh fana ini.
Di situ, dekat semak bunga berwarna kuning cerah yang bernama Kemuning, yang mekarnya seolah menyemarakkan pagi, ada seorang anak perempuan sedang berjongkok.
Pemandangan itu, begitu sederhana namun begitu bermakna, membuat jantung Dipasena berdesir.
Jari-jarinya yang kecil, lincah, dan penuh perhatian dengan hati-hati memetik mahkota bunga, menaruhnya satu per satu dalam wadah anyaman bambu yang diletakkan di sebelahnya.
Hot Chapters