Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Naluri Sang Pendosa

Naluri Sang Pendosa

Naluri Sang Pendosa 4 Memaksa hati berdamai dengan keadaan adalah hal yang tidak mudah. Bertahan tetap dalam kesadaran di tengah keterpurukan dicela sana sini dan mendapat hinaan setiap hari, gadis itu tertunduk lelah setelah menggantung seragam sekolahnya yang tadi yang sudah sempat dicuci lagi. Ia menatap pada Lela yang masih meringkuk memeluk dingginnya malam.
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai pendeta tao
Baca
+Pustaka
Selamat Malam, Tuan Ares

Selamat Malam, Tuan Ares

pendeta berbaju putih itu tersenyum jahat. "Hmph, apakah semua jiwamu telah kembali padamu?" Tenzel berdiri di tengah bumi. Sosoknya begitu besar hingga seolah mampu menutupi seluruh daratan bumi. Kemudian, dia mengulurkan tangannya, mencoba meraih pendeta berbaju putih. Ketika pendeta berbaju putih berbalik, ada cahaya putih yang keluar dari seluruh tubuhnya.
9.43.0M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105.0K kali sebagai pendeta tao
Tampilkan Ulasan (884)
Baca
+Pustaka
Alce Sandra Pieter
kena bonus coin berkurang sama waktu baca bertambah,dah Gito harga coin juga mahal belum lagi kena pajak?? yg coin 100 gak pernah ada disconnya,,harusnya buat cerita yg bab di atas 2000 harga buka bab 3 bab kek hehehe,maaf ya ini cuma saran aja,,lagian banyak ini apk baca yg gratisan juga ............
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Kronik Negeri Nusa

Kronik Negeri Nusa

pendeta itu berujar pelan sambil memegang dahi putrinya sementara tanganya yang lain membentuk simbol - simbol mudra yang hanya dimengerti oleh kalangan pendeta, ia lalu menutup matanya seraya memanjatkan mantra dari bahasa Nusa kuno, "Ong usadha hyang embang..." Nattari tidak memahami arti mantra tersebut, tidak ada yang mengerti kecuali kaum pendeta di Nusa, namun beberapa saat kemudian tubuh Antari tiba - tiba bergetar hebat, putrinya mengerjapkan mata dan seketik terbangun dengan nafas tersengal - sengal, gadis itu menatap orang orang sekelilingnya bingung.
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 315 kali sebagai pendeta tao
Baca
+Pustaka
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

Orang tua ini seorang pendeta Tao? Ditambah lagi dengan fakta bahwa pendeta Tao menguasai ilmu kutukan, seketika niat membunuh di mata Ewan semakin pekat. 'Sebelum meninggal, Paman Petro pernah bilang, dia bertemu seorang pendeta Tao di jalan yang menguasai Ilmu Penekan Roh. Kalau dugaanku nggak salah, pendeta Tao yang ditemui paman itu seharusnya adalah Utusan Kiri Sekte Hyang yang ada di depan mataku sekarang.'
9.51.1M DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23.9K kali sebagai pendeta tao
Baca
+Pustaka
Pendekar Wanita Kahinda

Pendekar Wanita Kahinda

Keduanya sedang berbisik ketika melihat Kahinda sambil membuat senyum senang. "Kak, Bukankah kita harus menginap malam ini?" tanya Seorang pendekar bernama Ragul Mayapena meraih Palu besarnya. Dia juga memperlihatkan tato bergambar Tiga satu Tiga di dadanya yang membentuk gambar sayap Burung.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai pendeta tao
Baca
+Pustaka
Dermaga Penantian

Dermaga Penantian

tanya Nayla menatap wajah Bunda Midar. "Nayla nggak bodoh," Bunda Midar berucap lembut, "cinta memang terkadang membutakan mata seseorang ... dan Nayla salah satu contohnya." "Tapi Nayla masih ngarepin Damas, Bunda," lirih Nayla kembali dalam pelukan Bunda Midar, "Nayla berharap Damas kembali dan minta maaf karna udah buat Nayla nunggu lama."
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai pendeta tao
Baca
+Pustaka
Cinta Untuk Sang Pendosa

Cinta Untuk Sang Pendosa

tanya Bella yang ragu. Nicha berpikir sebentar. Ia mencari apabila ada benda yang mungkin bisa mereka pakai untuk bisa melewati tembok besar tersebut, namun sayang tidak ada satu pun di sana. “Kita memanjat saja,” ujar Nicha yang langsung mencoba memanjat tembok tersebut. Bella melongo. Ia kaget dengan apa yang Nicha lakukan, Bella sungguh ragu untuk memanjat tembok yang cukup tinggi itu.
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 205 kali sebagai pendeta tao
Baca
+Pustaka
Sang Penggoda

Sang Penggoda

Tangan Prasetyo bermain pada gunung kembar wanita paruh baya itu yang sudah tertutup rapi. “Mas, kalau kita seperti ini kapan aku akan pulang?” tanya Linda dengan manjanya. “Aku hampir lupa, Sayang. Untung kamu ingatin aku, habisnya dirimu bikin candu,” jawab Praseto melepaskan tubuh Linda dari dirinya.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai pendeta tao
Baca
+Pustaka
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

Beberapa waktu kemudian di Pulau Pahawang. “Elu, Wandi. Kemana aja sih lu? Tuh, lihat tempat kita udah rame tuh. Para konglomerat itu ujug-ujug dateng aja mereka,” ucap Ronco.
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 350 kali sebagai pendeta tao
Baca
+Pustaka
Petaka Mendua

Petaka Mendua

Petaka Mendua Part39 Ibu semakin emosi, melihat Ibu mang Tohar itu pingsan. Ia pun berlari ke arah dapur, dan kembali membawa se-ember air penuh. Tanpa memperdulikan kami semua, Ibu langsung menyiramkan seisi air itu, ke wajah Ibu Mang Tohar. Kami semua terlonjak, melihat aksi heroik Ibu, yang secara tiba-tiba.
1099.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai pendeta tao
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status