Pembalasan Sang Dokter Jenius
Ya, pusaka itu bekerja dengan sangat kuat.
"Kamu hanya merindukan pengagum," ujar Joko dengan nada sinis yang disembunyikan dengan baik. "Kamu butuh seseorang untuk dipuja. Dan aku sudah berhenti melakukannya. Itu yang membuatmu panik."
"Tidak! Dengarkan aku!" Lestari berkeras. "Aku punya banyak pria yang mengagumiku! Mereka lebih kaya, lebih tampan darimu! Tapi kenapa, setiap kali aku memikirkan mereka, aku merasa hambar? Kenapa setiap kali aku memejamkan mata, yang kulihat adalah kau membawa cangkul, menatapku dengan dingin?!"