Pesona Upik Abu
Semua orang di meja makan menoleh, termasuk Dikara dan Ananta yang tampak terkejut dengan perubahan nada bicara Sagara yang biasanya ketus dan tak acuh.
"Di mata Sang Pencipta, kemiskinan dan kekayaan itu hanyalah ujian sementara yang fasik. Tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah," lanjut Sagara dengan wajah yang tampak begitu tulus dan saleh, seolah-olah ia adalah seorang pria religius yang sedang memberikan khotbah di rumah ibadah. "Tuhan sangat membenci orang-orang yang berjalan di atas muka bumi dengan kesombongan, apalagi sampai merendahkan harkat sesama ciptaan-Nya. Bukankah harta yang kita miliki saat ini hanyalah titipan yang bisa diambil kembali dalam sekejap mata?"
Bab Populer