Bukan Istri Pemuas Nafsu
“Hem, hubungi saya satu jam sekali. Oh, iya, rambut kamu sepertinya kasar, jegang, dan tak terurus. Aromanya juga tak sedap. Kasihan Deo menghirup bau rambutmu saat kau gendong dia. Ini, gunakan ini untuk membeli shampoo yang cocok dengan jenis rambutmu! Beli peralatan kosmetik, atau apa saja yang kau butuhkan! Demi Deo, aku tak keberatan.”
Rinay tercekat. Sebuah kartu kredit terulur di tangan sang majikan.
“Maaf, Pak, saya … saya … tak paham menggunakan yang seperti itu. Nanti saya beli di warung saja shamponya. Maaf, memang udah beberapa hari saya enggak shampoan,” ucapnya seraya kembali menunduk.
“Kau pegang ini, dan aku minta kau gunakan sesuai keperluanmu! Gajimu akan aku masukkan ke