Penguasa hati
Mahesa memiringkan kepalanya ke arah kanan, membaca tulisan punggung dari buku yang dijilid soft cover berwarna hitam dan bertinta emas.
“A ... a clot ... es ... a clotes?” Ia berpikir seakan melihat ketidaksingkronan.
Wibi mengikuti arah pandangan Mahesa, lalu memperhatikan tulisan di bukunya, “Adolescene ... dari mana a clothes ... jauh!” teriaknya, “Ngaco kamu!”
Mahesa manyun, “Itu tas jangan dibuka kaya gitu, acakacakan tahu!” ucapnya mengalihkan pembicaraan.
Hot Chapters