Dear, Pak Dokter
Reanna memasang telinganya, tangan kanannya telah siap menuliskan setiap kata yang akan keluar dari bibir coklat kemerahan pria tercintanya, meskipun dengan hati terluka.
"Kutanamkan rindu di hatimu, sebab keindahan bukanlah bunga yang tumbuh di pekarangan rumahmu."
Wanita itu tercekat mendengar ucapan suaminya. Namun, tetap berusaha menuliskan kata-kata yang terucap.
"Bila pelita padam karena terpaan cinta, izinkan aku menjadi api agar dirimu tetap dalam cahaya."
Kembali. Reanna menuliskan setiap kata yang meluncur dalam diam. Seiring hatinya yang bertanya-tanya, untuk siapa kalimat indah itu tercipta.