Setelah Kamu Pilih Dia
“Semua doa, cerita, rasa takut, harapan… Ibu tulis di situ. Dan Ibu pengin kamu melanjutkannya.”
Dinda menahan napas. Tangannya gemetar saat membalik lembar pertama. Tulisan tangan itu begitu rapi, dan kalimat pembukanya menusuk hati:
“Untuk anakku, kelak kau akan mengerti bahwa menjadi orang tua bukan tentang tahu segalanya, tapi tentang mencintai tanpa syarat meski dalam ketidaktahuan yang panjang.”
Dinda memeluk buku itu, matanya berkaca-kaca. Rayhan duduk di sampingnya, mengusap punggungnya dengan tenang.