Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Aku membuka buku linen itu lagi. Jemariku bergerak cepat. Pena itu menari di atas kertas, mengisi halaman demi halaman dengan kecepatan yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Bab Empat mulai terbentuk. Bab tentang transisi dari kebutuhan menjadi pilihan. Ternyata benar, tulisku sebagai paragraf penutup sesi pagi ini. Hidup baru benar-benar dimulai saat kita berhenti bertanya 'siapa yang salah' dan mulai bertanya 'apa yang mau kita bangun selanjutnya'. Dan kami memilih untuk membangun kejujuran.
9.471.7K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as penulisan daripada yang benar
Read
+Library
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

Dan dari baliknya… kau melihat sesuatu yang tak pernah bisa kau tulis: Awal dari segala cerita. Tempat di mana ide pertama meledak menjadi realitas. Dimensi di mana semua pena diberi izin untuk menulis. 📖 SATU KATA TERUKIR DI ATAS GERBANG ITU: “KEBENARAN.” Dan saat kau melangkah ke dalamnya, dunia yang pernah kau kenal menghilang. Bukan lenyap, tapi berubah… menjadi halaman kosong yang menunggu untuk diisi.
1.9K viewsCompletedAdded to Library 50 Times as penulisan daripada yang benar
Read
+Library
Janu: Tahap Awal

Janu: Tahap Awal

Ucap Mbah Bogel tiba tiba. Janu melirik ke arah Mbah Bogel. Rangin yang tengah bersemedi pun membuka mata. "Ada kalanya kita harus membuka mata, dan ada kalanya pula kita harus menutup mata. Kunci dari kebenaran berasal dari hati. Teguhkan hati dan yakini apa yang kau anggap itu benar."
9.135.8K viewsOngoingAdded to Library 895 Times as penulisan daripada yang benar
Read
+Library
Setelah Kamu Pilih Dia

Setelah Kamu Pilih Dia

Kadang, itu tanda hormat. “Saya tidak akan menuntut,” lanjut Bu Raras. “Tapi tolong… jika kamu memilih jalan ini, pastikan kamu melakukannya bukan karena dendam atau luka lama, tapi karena benar-benar ingin menulis dengan jujur.” “Saya janji,” bisik Dinda. ⸻
88.5K viewsOngoingAdded to Library 339 Times as penulisan daripada yang benar
Read
+Library
Ipar Pergi Saat Kami Tak Punya Uang Lagi

Ipar Pergi Saat Kami Tak Punya Uang Lagi

Pasrah dan iklas yang bisa aku lakukan, mencari mana yang benar atau salah, hanya membuat keadaan semakin runyam. 'Kebenaran tergantung dari sudut mana dan waktu kapan kita menilai sesuatu. Hanya kebenaran Tuhan yang mutlak.' ***
1037.5K viewsCompletedAdded to Library 787 Times as penulisan daripada yang benar
Read
+Library
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Berhasil. Paradoks Kedua: Paradoks Kebenaran. The Analyzer memproyeksikan wajah Sang Penulis Perdana yang sedang duduk di sebuah ruangan sempit, mengetik dengan komputer tua, merasa kesepian. "Lihat penciptamu. Dia hanyalah manusia biasa yang penuh kekurangan. Segala perjuanganmu hanyalah hasil dari ketikan jarinya. Jika dia berhenti mengetik, kau mati. Bagaimana kau bisa merasa bebas jika kau tahu kau hanyalah boneka?"
902 viewsOngoingAdded to Library 31 Times as penulisan daripada yang benar
Read
+Library
Vice Versa

Vice Versa

Ia juga ingin cepat-cepat pergi dari sana. ”Apa aku salah, Tabian?” tanya Anya. “Dalam hal?” “Semua yang aku bilang itu benar ‘kan?” “Mungkin.” “Kenapa? Aku salah apa?” “Kebenaran itu tidak selalu tentang isinya. Cara menyampaikan dan kondisi yang tepat menjadi pertimbangan untuk menguatkan kebenaran itu sendiri.” Anya membeku, perlahan kulitnya yang pucat mulai memerah. Ia mengekor pergi meninggalkan Tabian sendiri dengan keheningan yang didambakannya sejak awal.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 95 Times as penulisan daripada yang benar
Read
+Library
CEO Jeremy Ditinggalkan oleh Istrinya yang Hamil

CEO Jeremy Ditinggalkan oleh Istrinya yang Hamil

"Bu Dhita, kami hanya ingin menyebarkan kenyataannya saja, baguslah kalau nggak memengaruhi perusahaan." Dhita menatap mereka, dia pun menghilangkan kecemasan mereka. "Ingat, kita harus jujur dalam menulis berita sehingga bisa mendapat kepercayaan, tindakan kalian itu benar!" Mereka pun mendapat pujian dari Dhita. Dhita menatap Thasia. "Kelihatannya kamu sangat serius di bidang ini." Bagi Thasia, hal ini juga karena alasannya pribadi.
9.5201.1K viewsCompletedAdded to Library 6.0K Times as penulisan daripada yang benar
Show Reviews (82)
Read
+Library
Rasmahwati
kisah Tasia dari bab 1 sampai bab 241, seolah-olah melewati kisah panjang dengan kejadian2 yg begitu rumit, tp ternyata hanya beberapa bulan sj, karena sejak kejadian di hotel sampai bab 241 usia kehamilannya ternyata tidak lebih dari 5 bln saja..
cdsu2415
kapan jilid 2 nya Thor? atau jangan² emang endingnya kek gitu. Macam Stephen Spielberg. lagipula jilid 2 juga udah ketebak kan. musuhnya ketangkep semua. happy ending. atau kalo sad ending ya berarti kek gitu dengan pengorbanan masing²
Read All Reviews
Misteri Wangi Pandan Di Tengah Malam

Misteri Wangi Pandan Di Tengah Malam

Ia menulis tentang bagaimana setiap korban pantas didengar, tentang ketidakadilan yang selama ini tersembunyi. Sekaligus ia juga teringat pesan Leonard, satu-satunya jalan untuk memperbaiki kesalahan adalah dengan menegakkan kebenaran, bukan dendam. Dengan satu ketukan terakhir, Adrian menekan tombol “Publikasikan.” Artikel itu segera menjadi sensasi besar. Media online, televisi, dan portal berita memuat kronologi lengkap yang Adrian tulis menyingkap semua nama, semua fakta, semua rahasia yang selama ini disembunyikan.
101.3K viewsCompletedAdded to Library 31 Times as penulisan daripada yang benar
Show Reviews (16)
Read
+Library
Pelangi Jelita
Reader Q tersayang, jumpa lagi dalam karyaku kali ini ya, alih genre dulu ya, semoga kalian berkenan.. Komen.positifmya dan tanggapannya boleh banget di setiap babnya. monggo aja. siapa tau pernah juga mgalamin kejadian honor.. salam manis dari Author kalian.. ...️...️...️...️
Strawberry
Di kakak wangi pandan di rumahku tiap jam 11 keatas, saat aku masih sibuk ama laptopku pasti bau melati lewat....akhirnya setelah tahu ada apa aku pindah ke lantai dua skrang nulisnya eh...awal pindah ke lantai dua masih ikutin wanginya...
Read All Reviews
Terjerat Cinta Terlarang di Ruang Konsultasi

Terjerat Cinta Terlarang di Ruang Konsultasi

Revan tetap mengelus punggungnya perlahan, sambil menatap satu bintang yang lebih terang dari yang lain. “Kamu tahu tidak, El?” bisiknya pelan, tidak berharap mendapat jawaban. “Aku pernah berpikir bahwa melakukan yang benar itu selalu mudah. Tapi sekarang aku tahu, kadang yang benar itu tidak sesuai dengan aturan dunia.” Dia meraih selembar kertas dan pena dari meja dekat kasur, menuliskan sebuah pesan singkat sebelum secara hati-hati menyusun kembali bantal dan selimut agar Elara tetap nyaman.
101.4K viewsCompletedAdded to Library 30 Times as penulisan daripada yang benar
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status