Hati yang Terbagi
"Ampun, ampun, Mas becanda. Sensitif banget sih, Sayang. Kelamaan ga di sentuh, tuh!"
Belum sempat kucubit, Mas Ubay telah lari dengan tertawa terbahak-bahak. Aku tersenyum, Mas Ubay sangat pandai membuat suasana menjadi ceria. Bersyukurnya lagi keceriaan dan kehebohannya hanya bisa dinikmati oleh orang-orang terdekatnya. Karena bagi orang lain, Mas Ubay itu laki-laki cuek, dingin dan ga peka. Belum tau aja aslinya.