Bersinar setelah Diselingkuhi
Kedua tangan kekarnya menangkup sisi wajah Lucia, menekan wanita itu dengan lembut pada daun pintu di belakangnya, dan di detik berikutnya, bibirnya menyergap bibir Lucia dalam sebuah ciuman yang begitu intens, panas, dan menuntut.
Lucia memejamkan mata erat-erat, melenguh pelan di saat lidah Arthen mulai menjelajah dengan dominasi yang mutlak, meminta balasan yang sama dalamnya. Ciuman kali ini jauh berbeda dengan kecupan manis di ruang rapat tadi siang, ini adalah luapan rasa kepemilikan, kecemburuan yang tertahan atas riak media, dan rasa cinta yang begitu membara.