Menjadi Ratu Kesayangan Kaisar Tiran
Ia menarik napas pendek, lalu berbicara lebih pelan, seolah ini bukan lagi penjelasan resmi, melainkan kebenaran yang jarang diucapkan.
“Yang Mulia Kaisar dibesarkan olehnya, dihormatinya, dan dilindunginya itu benar. Namun sejak hari beliau duduk di singgasana, hubungan itu berubah. Tidak lagi setara. Tidak lagi sejajar.”
Lorrene menyandarkan punggungnya sedikit pada dinding, mendengarkan dengan saksama.
“Seorang kaisar,” lanjut Edward, “tidak bisa berdiri berdampingan dengan siapa pun yang menganggap dirinya memiliki hak atas sang kaisar. Bahkan… atas nama kasih sayang.”